UMKM Penggerak Perekonomian Nasional, Begini Cara Bank Sampoerna Lebih Dekat ke Nasabah
Selasa, 30 Januari 2024 - 16:51 WIB
Ridy Sudarma mengatakan, kunjungan tersebut merupakan salah satu cara untuk lebih dekat dan menunjukkan apresiasi kepada nasabah. Ridy mengatakan, pihaknya sangat terinspirasi dengan pencapaian Ibu Carolina dalam mengembangkan tempat kursus taekwondo ini.
"Bisnis kursus taekwondo ini berawal dari les privat dari pintu ke pintu, sekarang berkembang menjadi 18 cabang. Nenggala juga telah memberdayakan banyak pelatih dan karyawan serta telah membangun kepercayaan diri banyak peserta pelatihan. Kami berharap kisah ini menjadi inspirasi bagi nasabah lain juga masyarakat umum,” beber Ridy.
Carolina, dalam perbincangan dengan Rudy, menyampaikan bahwa karirnya di dunia taekwondo dimulai sejak masa sekolah. Dia mengambil ekstrakurikuler taekwondo di sekolahnya dan kegemaran itu terus ditekuninya hingga berkembang menjadi bisnis kursus taekwondo.
Pemegang sabuk hitam Dan 6 dan satu-satunya perempuan yang menjadi pemimpin klub Taekwondo di bilangan Jabodetabek tersebut kini telah membina lebih dari 600 murid. Mereka berlatih di 18 lokasi klub Taekwondo Nenggala di Jakarta, Tangerang, dan Bogor.
Di samping menerima murid regular, dia juga dipercaya menjadi pelatih Taekwondo untuk kesatuan militer, dan membuka kelas charity untuk anak-anak yang kurang mampu, para lansia di panti jompo, dan anak-anak berkebutuhan khusus.
“Charity class ini merupakan wujud dari ungkapan syukur atas semua berkat yang saya terima. Saya senang melihat peningkatan mereka baik secara fisik dan psikologis melalui kelas ini,” jelas Carolina.
"Bisnis kursus taekwondo ini berawal dari les privat dari pintu ke pintu, sekarang berkembang menjadi 18 cabang. Nenggala juga telah memberdayakan banyak pelatih dan karyawan serta telah membangun kepercayaan diri banyak peserta pelatihan. Kami berharap kisah ini menjadi inspirasi bagi nasabah lain juga masyarakat umum,” beber Ridy.
Carolina, dalam perbincangan dengan Rudy, menyampaikan bahwa karirnya di dunia taekwondo dimulai sejak masa sekolah. Dia mengambil ekstrakurikuler taekwondo di sekolahnya dan kegemaran itu terus ditekuninya hingga berkembang menjadi bisnis kursus taekwondo.
Pemegang sabuk hitam Dan 6 dan satu-satunya perempuan yang menjadi pemimpin klub Taekwondo di bilangan Jabodetabek tersebut kini telah membina lebih dari 600 murid. Mereka berlatih di 18 lokasi klub Taekwondo Nenggala di Jakarta, Tangerang, dan Bogor.
Di samping menerima murid regular, dia juga dipercaya menjadi pelatih Taekwondo untuk kesatuan militer, dan membuka kelas charity untuk anak-anak yang kurang mampu, para lansia di panti jompo, dan anak-anak berkebutuhan khusus.
“Charity class ini merupakan wujud dari ungkapan syukur atas semua berkat yang saya terima. Saya senang melihat peningkatan mereka baik secara fisik dan psikologis melalui kelas ini,” jelas Carolina.
Lihat Juga :