Survei Membuktikan: CEO Non-Jakarta Mulai Diperhitungkan

Jum'at, 02 Februari 2024 - 05:24 WIB
“Orientasinya saat ini harus siap berubah dan fokus pada jangka pendek, karena ini survival. Jangka pendeknya ini harus di-walk out dengan baik dan mendetail. Misalnya, sebelum pemilu Februari apa yang harus dilakukan, setelah pemilu masuk Ramadan apa yang harus dilakukan, Presiden baru terpilih apa yang harus dilakukan,” terang Tommy, dikutip, Kamis (1/2/2024).

Baca Juga: Hadapi Disrupsi Teknologi, MNC Asset Management Fokus Kembangkan Inovasi Digital

Tommy juga menyebut, ada beberapa isu menarik dari hasil penjurian dan diskusi Best CEO tahun ini karena munculnya CEO Non-Jakarta. Menurutnya, ini merupakan dampak dari digitalisasi sehingga CEO di daerah sudah mengadopsi ilmu-ilmu digital. Banyak dari mereka juga yang sekolah ke luar negeri meskipun mereka tidak di Jakarta.

“Yang seru adalah ukuran bisnisnya bisa besar. Misalnya, revenue hotel di Yogya bisa sama dengan hotel di Jakarta. Jadi ada sebuah desentralisasi bisnis yang harus kita lihat bahwa CEO itu tidak harus serta merta dari Jakarta saja. Dari kota-kota kecil bisa muncul CEO yang bersinar memimpin bisnis yang kompleks,” ucap Tommy.

Tahun ini ada empat kategori yang diberikan dalam Indonesia Best CEO 2023, pertama Best CEO with Distinction. Pemenangnya antara lain ada Edison Manalu (CEO PT Mount Scopus Indonesia-The Harvest Group), Irianto Santoso (Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk), Edhi Tjahja Negara (Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk), Vikram Sinha (Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo Hutchison), serta Handojo Gunawan Kusuma (Presiden Direktur PT AXA Mandiri Financial Services-AXA Mandiri).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!