Dunia Dibayangi Krisis Utang dalam 10 Tahun ke Depan

Rabu, 07 Februari 2024 - 15:30 WIB
"Saya memperkirakan beberapa negara besar yang tidak mengatasi masalah utang mereka akan mengalami kematian fiskal secara perlahan," ujar Laffer.

Baca Juga: Utang AS Tembus Rekor Tertinggi Rp534 Ribu Triliun, Bos JP Morgan Membunyikan Alarm

Dia menambahkan, beberapa negara berkembang bisa saja mengalami kebangkrutan. Pasar negara maju seperti AS, Inggris, Jepang dan Perancis bertanggung jawab atas lebih dari 80% penumpukan utang pada paruh pertama tahun lalu. Sementara di negara-negara berkembang, China, India, dan Brasil mengalami peningkatan paling besar.

Ekonom tersebut memperingatkan bahwa pembayaran utang akan menjadi masalah yang lebih besar karena populasi di negara-negara maju terus menua dan pekerja menjadi semakin langka. "Ada dua cara utama untuk mengatasi masalah ini: menaikkan pajak atau menumbuhkan perekonomian Anda lebih cepat daripada menumpuknya utang," katanya.

Komentar Laffer muncul setelah keputusan Federal Reserve AS untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada bulan Januari, dan menghilangkan harapan penurunan suku bunga pada bulan Maret.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!