Kebutuhan Bahan Baku Meningkat, Ekspor Oleokimia Diproyeksi Tembus 3,7 Juta Ton

Rabu, 12 Agustus 2020 - 23:26 WIB
Rapolo melanjutkan, peningkatan permintaan terhadap produk oleokimia di masa pandemi Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara. Salah satu protokol kesehatan yang diwajibkan di tengah pandemi ini berimplikasi pada peningkatan kebutuhan berbagai produk surfaktan seperti sabun, hand sanitizer, dan deterjen.

"Memang betul hampir seluruh dunia sekarang mengantongi sanitizer di setiap kegiatan atau aktivitasnya. Jadi wajar baik ekspor maupun konsumsi produk di dalam negeri ini mengalami peningkatan," tuturnya.

(Baca Juga: Ekspor Minyak Sawit Terkontraksi 11%, Kecuali ke Tiga Negara Ini )

Menurut dia, pasar ekspor produk oleokimia tidak terganggu meskipun sejumlah negara menerapkan kebijakan lockdown. Fasilitas pelabuhan utama dan jalur distribusi tetap beroperasi karena produk oleokimia dibutuhkan untuk memproduksi produk biosurfaktan.

"Ini sumbangsih dari industri oleokimia atas dukungan pemerintah terutama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang memberi izin nasional sehingga aktivitas dari proses produksi sampai logistik ke pelabuhan tidak ada kendala dan para buyer juga tidak ada yang membatalkan," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!