BRIsyariah Akselerasi Pengembangan Teknologi Digital
Rabu, 12 Agustus 2020 - 23:25 WIB
BRIsyariah akan terus mengajak masyarakat untuk bertransaksi melalui QRIS, guna menambah kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah. "Seiring percepatan teknologi, saat ini transaksi secara digital telah menjadi bagian dari layanan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. BRIS Online dapat digunakan untuk mengakses QRIS di seluruh merchant yang memasang QRIS," beber dia.
Mulyatno menambahkan BRIsyariah mengedepankan aspek keamanan dan kesehatan bagi nasabah dalam memenuhi kebutuhan finansialnya. Metode pembayaran tanpa kontak fisik diyakini menjadi solusi transaksi yang aman dan sehat, untuk memenuhi kebutuhan perbankan nasabah di tengah pandemi covid-19 saat ini.
Di sisi pembiayaan, BRIsyariah juga memperkuat transformasi digital melalui optimalisasi aplikasi i-Kurma untuk menyalurkan pembiayaan kepada nasabah. i-Kurma merupakan aplikasi untuk memproses pengajuan pembiayaan, yang memudahkan tenaga pemasar untuk memeriksa data calon nasabah. Aplikasi ini telah terhubung secara online dengan Dukcapil dan OJK.
"Dengan i-Kurma, pemohon pembiayaan hanya perlu menyampaikan identitas dan keterangan mengenai usahanya. Keputusan persetujuan pembiayaan akan diberikan maksimal dua hari kerja," papar Mulyatno.
Berkat optimalisasi aplikasi i-Kurma tersebut, BRIsyariah mencatat pertumbuhan pembiayaan yang signifikan. Hingga Juni 2020, BRIsyariah telah menyalurkan pembiayaan mikro untuk UMKM sebesar Rp9,5 triliun, tumbuh 150% dibandingkan dengan posisi Juni 2019.
Mulyatno menambahkan BRIsyariah mengedepankan aspek keamanan dan kesehatan bagi nasabah dalam memenuhi kebutuhan finansialnya. Metode pembayaran tanpa kontak fisik diyakini menjadi solusi transaksi yang aman dan sehat, untuk memenuhi kebutuhan perbankan nasabah di tengah pandemi covid-19 saat ini.
Di sisi pembiayaan, BRIsyariah juga memperkuat transformasi digital melalui optimalisasi aplikasi i-Kurma untuk menyalurkan pembiayaan kepada nasabah. i-Kurma merupakan aplikasi untuk memproses pengajuan pembiayaan, yang memudahkan tenaga pemasar untuk memeriksa data calon nasabah. Aplikasi ini telah terhubung secara online dengan Dukcapil dan OJK.
"Dengan i-Kurma, pemohon pembiayaan hanya perlu menyampaikan identitas dan keterangan mengenai usahanya. Keputusan persetujuan pembiayaan akan diberikan maksimal dua hari kerja," papar Mulyatno.
Berkat optimalisasi aplikasi i-Kurma tersebut, BRIsyariah mencatat pertumbuhan pembiayaan yang signifikan. Hingga Juni 2020, BRIsyariah telah menyalurkan pembiayaan mikro untuk UMKM sebesar Rp9,5 triliun, tumbuh 150% dibandingkan dengan posisi Juni 2019.
(nng)
Lihat Juga :