Stafsus KSAD Dorong Masyarakat Manfaatkan Limbah Tepung Aren untuk Co-firing PLTU

Kamis, 15 Februari 2024 - 21:35 WIB
Dia menambahkan, pemanfaatan serbuk limbah pengolahan tepung aren juga sebagai bukti jika program co-firing biomassa tidak membabat hutan. Sebaliknya, imbuh dia, justru jadi salah satu solusi dalam menangani pencemaran lingkungan dari limbah.

Hal senada juga dikatakan Direktur Biomassa PLN EPI Antonius Aris Sudjatmiko. Dia menerangkan bahwa limbah pengolahan tepung aren yang sudah ditumpuk selama puluhan tahun tersebut akan menghasilkan gas metana. Menurut dia, dalam hal emisi gas rumah kaca, metana berkali-kali lipat lebih berbahaya dibandingkan CO2.

"Terlebih, dalam rantai pasok biomassa selalu melibatkan masyarakat sekitar jadi akan ada sirkular ekonomi. Dampak lainnya, tentu saja adalah pengurangan emisi untuk mencapai NZE seperti yang dicanangkan pemerintah," ucapnya.

Dijelaskan Antonius, uji bakar adalah fase awal sebelum dilakukan implementasi co-firing di PLTU. Nantinya, hasil uji bakar akan dianalisa lebih dulu sebelum akhirnya diputuskan apakah serbuk limbah pengolahan tepung aren bisa digunakan langsung atau perlu diolah lebih lanjut untuk implementasi cofiring PLTU.

Baca Juga: Houthi Ancam Eskalasi Baru Jika Israel Terus Beroperasi di Gaza

Dia menambahkan, selain memanfaatkan lahan kritis untuk penanaman pakan ternak dan sumber biomassa, saat ini PLN EPI tengah mengembangkan program Socio Tropical Agriculture-waste Biomassa (STAB) yang memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan seperti limbah padi, limbah bagasse tebu, limbah sagu termasuk limbah aren. Program STAB diluncurkan bersama Kemenko Marves pada COP 28 di Dubai akhir tahun lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!