Anggaran Makan Siang Gratis Diusulkan dari Cukai Rokok

Selasa, 05 Maret 2024 - 14:48 WIB
Anggaran makan siang gratis bagi pelajar diusulkan dar cukai rokok. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Direktur Kelompok Kerja Transisi Indonesia (Indonesia Transition Working Group), Salamuddin Daeng berpendapat, banyak kelompok sosial menuduh bahwa kebiasaan merokok menjadi penyebab dari kemiskinan atau kekurangan gizi pada kelompok sosial yang rentan di dalam masyarakat Indonesia. Walaupun tuduhan ini perlu dibuktikan melalui survey ilmiah, memang faktanya di Indonesia ada 70 juta orang merokok . Angka ini terus naik setiap tahun.

"Dengan pasar rokok yang cukup besar ini, tentu menjanjikan bagi ekonomi dan pendapatan negara. Faktanya memang pendapatan negara dalam bentuk cukai rokok luar biasa besar. Setiap btang rokok dikenakan cukai rata rata 40%. Jika harga rokok per batang adalah 1.000 rupiah maka setiap maka negara mendapatkan bagian 400 rupiah," kata Daeng di Jakarta, Selasa (5/3/2024).



Baca Juga: Daftar Negara yang Sudah Beri Makan Siang Gratis ke Rakyatnya

Menurut Daeng, penerimaan negara dari cukai rokok sangat besar. Penerimaan negara yang disetorkan para perokok setiap tahunnya jauh melebihi pendapatan negara dari migas atau gabungan dana bagi hasil migas dan royalti sumber daya alam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!