China dan India Akan Jadi Konsumen bagi Indonesia, Ini Kata Erick Thohir Loh
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 16:20 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan, ada dua negara Asia yang akan menjadi pasar atau konsumen bagi Indonesia di sektor pangan dan energi. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan, ada dua negara Asia yang akan menjadi pasar atau konsumen bagi Indonesia di sektor pangan dan energi . Kedua negara itu adalah India dan China, oleh karenanya, pemerintah akan meningkatkan supply chain atau rantai pasok pada kedua sektor tersebut untuk menggenjot produksi di tengah persaingan pasar global.
"Kalau kita melihat program Indonesia, kita kembali memfokuskan selain membuka potensi pasar untuk memastikan kita tumbuh. Tetap program dari selatan ke selatan ini harus kita tingkatkan karena ada dua negara tetangga Asia kita yang mempunyai potensi pasar luar biasa untuk menyerap tadi apa yang kita produksi, yaitu China dan India," ujar Menteri Erick Thohir di Jakarta, Sabtu (15/8/2020).
(Baca Juga: Joss, Erick Thohir Jemput Langsung Investor Asing untuk Tanam Uang di RI )
Di sektor energi, lanjut Erick, akselerasi sumber daya alam (SDA) ini terus dilakukan untuk mendukung berbagai produk Indonesia yang memiliki nilai tidak saja bagi bangsa Indonesia, tapi juga memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional. Bahkan kata dia, langkah ini sekaligus sebagai upaya pemerintah menekan impor Liquified Petroleum Gas (LPJ) dengan cara mensubstitusi atau mengalihkan penggunaan LPG ke Dimethyl Ether (DME)
"Kalau kita melihat program Indonesia, kita kembali memfokuskan selain membuka potensi pasar untuk memastikan kita tumbuh. Tetap program dari selatan ke selatan ini harus kita tingkatkan karena ada dua negara tetangga Asia kita yang mempunyai potensi pasar luar biasa untuk menyerap tadi apa yang kita produksi, yaitu China dan India," ujar Menteri Erick Thohir di Jakarta, Sabtu (15/8/2020).
(Baca Juga: Joss, Erick Thohir Jemput Langsung Investor Asing untuk Tanam Uang di RI )
Di sektor energi, lanjut Erick, akselerasi sumber daya alam (SDA) ini terus dilakukan untuk mendukung berbagai produk Indonesia yang memiliki nilai tidak saja bagi bangsa Indonesia, tapi juga memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional. Bahkan kata dia, langkah ini sekaligus sebagai upaya pemerintah menekan impor Liquified Petroleum Gas (LPJ) dengan cara mensubstitusi atau mengalihkan penggunaan LPG ke Dimethyl Ether (DME)
Lihat Juga :