Dampak Ngeri Perang Iran-Israel Bagi Perekonomian Indonesia

Minggu, 21 April 2024 - 09:14 WIB
Konflik Iran dengan Israel akan mengancam kenaikan harga bahan bakar minyak dan menggangu suplai global. FOTO/Ist
JAKARTA - Serangan Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel akhir pekan lalu telah meningkatkan ketegangan di Timur Tengah yang kaya akan minyak dan mengancam harga bahan bakar melonjak jika konflik meningkat dan mengganggu suplai global. Iran meluncurkan sejumlah rudal ke arah Israel sebagai pembalasan atas serangan yang dicurigai dilakukan Israel terhadap sebuah kompleks diplomatik Iran di Suriah pada 1 April.

Ketegangan tersebut membuat harga minyak sempat melonjak tajam, yang belum pernah terjadi sejak Oktober. Harga minyak telah meningkat tajam sejak mencapai titik terendah di awal Februari. Brent telah naik lebih dari 16% pada saat itu ditutup di atas USD90 per barel pada awal April untuk pertama kalinya sejak Oktober sementara WTI telah naik hampir 19% dan mencapai USD85 per barel. Konflik yang semakin dalam ini meningkatkan risiko peningkatan volatilitas di pasar minyak global.



Baca Juga: 4 Penyebab Serangan Israel ke Iran Mengalami Kegagalan

Perseteruan antarkedua negara dapat mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz, sebuah jalur air sempit di perbatasan selatan negara tersebut yang dilalui oleh lebih dari seperempat perdagangan minyak maritim global termasuk minyak mentah dan produk bahan bakar minyak (BBM) setiap harinya.

Jika konflik meningkat lebih jauh, Iran memiliki kemampuan untuk menyerang kapal tanker minyak yang melewati selat tersebut dengan menggunakan pesawat tak berawak, rudal, atau kapal selam. Skenario terburuk akan melibatkan blokade total selat oleh Teheran meskipun kemungkinannya sangat kecil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!