Penyitaan Aset Rusia Bikin RI dan Arab Saudi Khawatir, Ini Alasannya

Sabtu, 04 Mei 2024 - 07:37 WIB
Topik ini memecah kelompok negara-negara maju tersebut, di mana Pemerintahan Biden mendukung seruan penyitaan, begitu pula Kanada dan beberapa anggota pemerintah Inggris, terutama Menteri Luar Negeri Inggris, Lord David Cameron. Sementara itu, Jepang, Perancis, Jerman, Italia – dan UE sendiri – tetap sangat berhati-hati, sehingga mengakibatkan kebuntuan.

Beberapa pihak yang paling skeptis adalah para gubernur bank sentral G7 yang sadar akan peran stabilisasi yang dimainkan oleh cadangan devisa. Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde telah memperingatkan, "perubahan dari membekukan aset, menyita, dan membuangnya dapat membawa risiko melanggar tatanan internasional yang ingin Anda lindungi; yang Anda ingin Rusia hormati".

Baca Juga: Penyitaan Aset Rusia oleh AS Akan Percepat De-dolarisasi

Berbicara di Sao Paulo pada Februari lalu, Menteri Keuangan Giancarlo Giorgetti dari Italia, yang menjabat sebagai presiden G7 tahun ini, mengatakan bahwa akan sulit dan rumit untuk menemukan dasar hukum untuk menyita aset negara Rusia. Rekannya dari Perancis, Bruno Le Maire, bahkan lebih keras lagi, dengan menegaskan bahwa dasar hukumnya tidak ada.

Kekhawatirannya mengenai preseden yang akan terjadi mendorong negara-negara seperti Indonesia dan Arab Saudi melobi Uni Eropa untuk tidak menyita aset-aset tersebut, menurut para pejabat, karena khawatir akan masa depan cadangan mereka yang disimpan di Barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!