IMF: Fragmentasi Ekonomi AS-China Rugikan Pertumbuhan Global
Kamis, 09 Mei 2024 - 15:24 WIB
"Negara-negara di seluruh dunia semakin dipandu oleh keamanan ekonomi dan kekhawatiran keamanan nasional dalam menentukan dengan siapa mereka berdagang dan berinvestasi," kata Gopinath, dilansir oleh Russia Today, Kamis (9/5/2024).
Dia menambahkan, hal ini mengakibatkan negara-negara terpaksa memilih untuk memihak antara China dan Amerika Serikat. Meskipun penguatan ketahanan ekonomi tidak selalu buruk, kata dia, tren fragmentasi mengancam peralihan dari sistem perdagangan global berbasis aturan dan pembalikan signifikan keuntungan dari integrasi ekonomi.
Baca Juga: Aktivitas Spionase China Meningkat di Eropa, Banyak Mata-mata Ditangkap
Hubungan perdagangan antara AS dan China telah memburuk secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan kedua belah pihak saling menuduh melakukan eskalasi. Washington telah meningkatkan pembatasan perdagangan terhadap China, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional.
Sementara, Beijing yang membantah keras tudingan itu juga menegur AS karena ikut campur dalam urusan dalam negerinya, khususnya terkait penjualan senjata ke Taiwan.
Dia menambahkan, hal ini mengakibatkan negara-negara terpaksa memilih untuk memihak antara China dan Amerika Serikat. Meskipun penguatan ketahanan ekonomi tidak selalu buruk, kata dia, tren fragmentasi mengancam peralihan dari sistem perdagangan global berbasis aturan dan pembalikan signifikan keuntungan dari integrasi ekonomi.
Baca Juga: Aktivitas Spionase China Meningkat di Eropa, Banyak Mata-mata Ditangkap
Hubungan perdagangan antara AS dan China telah memburuk secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan kedua belah pihak saling menuduh melakukan eskalasi. Washington telah meningkatkan pembatasan perdagangan terhadap China, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional.
Sementara, Beijing yang membantah keras tudingan itu juga menegur AS karena ikut campur dalam urusan dalam negerinya, khususnya terkait penjualan senjata ke Taiwan.
Lihat Juga :