Sri Mulyani di Depan DPR: Kita Patut Bersyukur dengan Ekonomi Indonesia
Senin, 20 Mei 2024 - 14:26 WIB
"Pertumbuhan ekonomi nasional 2015-2019 mencapai 5%, jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia yang hanya sebesar 3,4%. Dan juga lebih tinggi dibandingkan ekonomi anggota G20 yang tumbuh 4,9%," paparnya.
Baca Juga: Defisit APBN 2025 Dirancang Lebih Lebar Agar Prabowo Bisa Leluasa
Selain itu, Menkeu menyebut kebijakan fiskal yang responsif di masa pandemi berhasil menahan kontraksi ekonomi Indonesia hanya sebesar 2,1%. Ia menilai Ini jauh lebih baik dibandingkan negara tetangga yang fraksinya mencapai 9,5% di Filipina, 6,2% di Thailand dan 5,5% di Malaysia.
Sri Mulyani mengungkapkan, setahun kemudian ekonomi Indonesia juga kembali tumbuh positif. Pengembalian stabilitas ekonomi pada pasca pandemi juga disampaikan merupakan yang tercepat dibandingkan negara ASEAN yang sampai beberapa tahun belum berhasil kembali ke level premium.
"Dalam 2 tahun terakhir, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tetap kuat selalu di atas 5% di tengah perlambatan ekonomi global yang sangat nyata," kata Menteri Sri Mulyani.
Baca Juga: Defisit APBN 2025 Dirancang Lebih Lebar Agar Prabowo Bisa Leluasa
Selain itu, Menkeu menyebut kebijakan fiskal yang responsif di masa pandemi berhasil menahan kontraksi ekonomi Indonesia hanya sebesar 2,1%. Ia menilai Ini jauh lebih baik dibandingkan negara tetangga yang fraksinya mencapai 9,5% di Filipina, 6,2% di Thailand dan 5,5% di Malaysia.
Sri Mulyani mengungkapkan, setahun kemudian ekonomi Indonesia juga kembali tumbuh positif. Pengembalian stabilitas ekonomi pada pasca pandemi juga disampaikan merupakan yang tercepat dibandingkan negara ASEAN yang sampai beberapa tahun belum berhasil kembali ke level premium.
"Dalam 2 tahun terakhir, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tetap kuat selalu di atas 5% di tengah perlambatan ekonomi global yang sangat nyata," kata Menteri Sri Mulyani.
Lihat Juga :