China Diam-diam Timbun Emas, Buang Aset Dolar Rp850.000 Triliun
Rabu, 22 Mei 2024 - 08:22 WIB
Barat telah membekukan sekitar USD300 miliar dana pemerintah Rusia sejak dimulainya konflik Ukraina. Lembaga kliring yang berbasis di Brussels, Euroclear sebagai kustodian kepemilikan China membuang USD22 miliar dalam bentuk Treasury AS selama periode pelaporan, menurut laporan Bloomberg. Sebagai pemegang asing terbesar kedua sekuritas Treasury AS setelah Jepang, aksi jual China berpotensi mengacaukan pasar Treasury dan meningkatkan biaya pinjaman AS.
"Karena China menjual keduanya meskipun kita semakin dekat dengan siklus pemangkasan suku bunga the Fed, seharusnya ada niat yang jelas untuk melakukan diversifikasi dari kepemilikan dolar AS," kata Stephen Chiu, kepala strategi valuta asing dan suku bunga Asia di Bloomberg Intelligence. "Penjualan sekuritas AS oleh China dapat meningkat seiring dengan berlanjutnya perang dagang AS dengan China," ujarnya.
Baca Juga: Dedolarisasi Memanas, Transaksi BRICS Tanpa Dolar Tembus Rp800.000 T
Di tengah penjualan aset-aset dolar, kepemilikan emasnya telah melonjak dalam cadangan resmi negara ini. Menurut People's Bank of China, porsi logam mulia dalam cadangan naik menjadi 4,9% pada April, tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2015.
"Karena China menjual keduanya meskipun kita semakin dekat dengan siklus pemangkasan suku bunga the Fed, seharusnya ada niat yang jelas untuk melakukan diversifikasi dari kepemilikan dolar AS," kata Stephen Chiu, kepala strategi valuta asing dan suku bunga Asia di Bloomberg Intelligence. "Penjualan sekuritas AS oleh China dapat meningkat seiring dengan berlanjutnya perang dagang AS dengan China," ujarnya.
Baca Juga: Dedolarisasi Memanas, Transaksi BRICS Tanpa Dolar Tembus Rp800.000 T
Di tengah penjualan aset-aset dolar, kepemilikan emasnya telah melonjak dalam cadangan resmi negara ini. Menurut People's Bank of China, porsi logam mulia dalam cadangan naik menjadi 4,9% pada April, tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2015.
(nng)
Lihat Juga :