IMF: Penyerahan Aset Rusia ke Ukraina Berisiko Rusak Sistem Moneter Global

Sabtu, 08 Juni 2024 - 11:23 WIB
Penyimpanan sekuritas melaporkan awal tahun ini bahwa aset yang terkena sanksi yang dimilikinya itu menghasilkan bunga sekitar 4,4 miliar euro pada tahun 2023. Menteri Keuangan AS Janet Yellen awal pekan ini mengatakan, AS dan sekutunya hampir mencapai kesepakatan mengenai rencana pemberian pinjaman bernilai miliaran dolar kepada Ukraina dari keuntungan yang diperoleh dari aset negara Rusia yang dibekukan tersebut.

Baca Juga: Arab Saudi Larang Slogan Politik saat Haji

Para pemimpin G7 akan membahas masalah ini pada pertemuan puncak kelompok tersebut di Italia minggu depan. Pendukung Kiev di Barat umumnya setuju bahwa aset yang dibekukan harus digunakan untuk membantu Ukraina. Namun regulator keuangan UE telah memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat menimbulkan risiko hukum yang serius.

Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde memperingatkan pada bulan April bahwa rencana apa pun untuk menggunakan aset Rusia atau keuntungan dari aset tersebut akan merusak supremasi hukum internasional, dengan konsekuensi yang tidak dapat diperkirakan.

Sementara itu, Rusia mengatakan bahwa tindakan apa pun yang diambil terhadap aset-asetnya akan dianggap sebagai "pencurian" dan menekankan bahwa penyitaan dana atau tindakan serupa akan melanggar hukum internasional dan memicu tindakan balasan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!