Archipelago dan Dough Lab Terapkan Kebijakan Telur Bebas Sangkar

Selasa, 11 Juni 2024 - 00:09 WIB
Dalam sistem intensif tersebut, ayam petelur tidak dapat melakukan banyak perilaku alaminya seperti melebarkan sayap sepenuhnya, mengais dan mematuk tanah serta bersarang. Akibat pengurungan yang ekstrem, ayam petelur mengalami tingkat stres dan frustasi yang tinggi dan lebih rentan terhadap penyakit.

Peternakan bebas sangkar dapat secara signifikan mengurangi penderitaan ayam dan berdampak positif pada konsumen. Studi mengenai bakteri salmonella yang dilakukan oleh Otoritas Keamanan Pangan Eropa menemukan prevalensi bakteri tersebut lebih tinggi di peternakan dengan sistem sangkar dibandingkan di peternakan bebas sangkar.

Indonesia merupakan produsen telur terbesar kedua di dunia, dengan populasi lebih dari 370 juta ayam petelur, mayoritas di antaranya dibesarkan dalam sistem sangkar.

Dalam sistem intensif tersebut, ayam petelur tidak dapat melakukan banyak perilaku alaminya seperti melebarkan sayap sepenuhnya, mengais dan mematuk tanah serta bersarang. Akibat pengurungan yang ekstrem, ayam petelur mengalami tingkat stres dan frustasi yang tinggi dan lebih rentan terhadap penyakit.

Peternakan bebas sangkar dapat secara signifikan mengurangi penderitaan ayam dan berdampak positif pada konsumen. Studi mengenai bakteri salmonella yang dilakukan oleh Otoritas Keamanan Pangan Eropa menemukan prevalensi bakteri tersebut lebih tinggi di peternakan dengan sistem sangkar dibandingkan di peternakan bebas sangkar.

Oleh karena itu, kebijakan dari Archipelago International dan Dough Lab itu memiliki estimasi dampak positif yang signifikan terhadap ayam petelur. Dough Lab memiliki potensi untuk memberi dampak positif kepada kurang lebih 1.063 ayam petelur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!