Karma Sanksi Barat, Negara Uni Eropa Diam-diam Tetap Impor dari Rusia

Minggu, 16 Juni 2024 - 16:33 WIB
Uni Eropa melarang impor produk besi dan baja Rusia pada tahun 2022, tak lama setelah peluncuran kampanye militer Moskow terhadap Ukraina. Pembatasan lebih lanjut melarang impor produk besi atau baja yang diproses di negara ketiga tetapi mengandung input besi atau baja yang berasal dari Rusia.

Sebagai bagian dari sanksi terkait Ukraina, Brussels telah melarang impor kawat aluminium, foil, tabung, dan pipa buatan Rusia, tetapi pembelian ingot, lempengan, dan billet aluminium dari negara tersebut tetap tidak termasuk dalam pembatasan. Aluminium, yang secara signifikan lebih ringan dari baja, sangat penting untuk pembuatan kendaraan listrik.

Rusia adalah produsen logam ringan terbesar kedua di dunia. Sanksi AS yang dijatuhkan kepada produsen Rusia, Rusal, pada bulan April 2018 membuat harga aluminium di London Metal Exchange melonjak 35% ke level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dalam waktu beberapa hari.

Baca Juga: Sanksi Barat Tak Digubris, Dua Perusahaan Raksasa AS Ingin Kembali ke Rusia

Awal tahun ini, Reuters melaporkan bahwa para pembeli di seluruh Uni Eropa dan AS akan bersaing secara agresif untuk aluminium yang diproduksi di negara-negara Timur Tengah jika blok tersebut memilih untuk melarang logam Rusia di masa depan. Banyak analis percaya bahwa larangan semacam itu dapat memicu gelombang lonjakan harga seperti yang terjadi pada tahun 2018.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!