Dolar AS Tetap Eksis, Ini Bukti Dedolarisasi BRICS Jalan di Tempat

Selasa, 25 Juni 2024 - 18:20 WIB
Baca Juga: Ukraina Serang Crimea dengan Rudal ATACMS Tewaskan 4 Orang, Rusia Salahkan AS

Negosiasi seputar sistem pembayaran intra-BRICS masih dalam tahap awal, tetapi perjanjian bilateral dan multilateral dalam kelompok ini dapat membentuk dasar untuk platform pertukaran mata uang dari waktu ke waktu. Namun, perjanjian-perjanjian ini tidak mudah diukur karena dinegosiasikan secara individual.

Laporan tersebut mencatat bahwa China telah secara aktif mendukung likuiditas renminbi melalui jalur swap dengan mitra dagangnya, tetapi pangsa renminbi dalam cadangan mata uang asing global turun menjadi 2,3% dari puncaknya 2,8% pada 2022.

"Ini mungkin karena kekhawatiran para manajer cadangan tentang ekonomi China, posisi Beijing dalam perang Rusia-Ukraina, dan potensi invasi China ke Taiwan yang berkontribusi pada persepsi renminbi sebagai mata uang cadangan yang berisiko secara geopolitik," kata laporan itu dikutip dari Reuters, Senin (25/6/2024).
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!