Sukses Tikung Embargo Barat, Pendapatan Minyak Rusia Melonjak

Kamis, 04 Juli 2024 - 16:45 WIB
Sanksi tersebut diberlakukan pada bulan Desember 2022 dan diikuti pada bulan Februari 2023 dengan pembatasan serupa terhadap ekspor produk minyak bumi Rusia. Sebagai tanggapan, Rusia telah mengalihkan sebagian besar ekspor energinya ke Asia – khususnya ke India dan China, di mana minyak dari negara tersebut telah dijual jauh di atas batasan harga Barat.

Pejabat UE telah berulang kali mengakui bahwa Moskow telah berhasil menghindari batasan tersebut, karena "hampir tidak ada" pengiriman minyak mentah yang dijual pada atau di bawah batas harga, yang merupakan pukulan bagi upaya Barat untuk membatasi pendapatan energi Rusia.

Bulan lalu, data Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa pendapatan anggaran Rusia dari minyak dan gas telah melonjak sebesar 73,5% antara Januari dan Mei tahun ini, dibandingkan dengan lima bulan pertama tahun 2023. Hasil penjualan minyak dan gas mencapai 4,95 triliun rubel atau sekira USD55,7 miliar dalam lima bulan pertama tahun ini.

Rusia memperkirakan pendapatan minyak dan gas akan mencapai 10,99 triliun rubel atau sekitar USD125 miliar (sekira Rp2.000 triliun) tahun ini, menurut data Kementerian Keuangan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!