Membaca Tren Keamanan Siber Perbankan di Bawah Ancaman Serangan Ransomware

Kamis, 11 Juli 2024 - 08:54 WIB
Terutama di industri perbankan, jenis serangan siber kian beragam yang bisa menimbulkan kerugian financial yang tidak sedikit. Foto/Dok
JAKARTA - Ancaman serangan siber semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Makin kompleks dan sulit untuk dideteksi. Terutama di industri perbankan, jenis serangan siber kian beragam yang bisa menimbulkan kerugian financial yang tidak sedikit.

Baca Juga: Perkuat Pertahanan TI dan Tangkis Serangan Siber Perbankan, Ini Strategi OJK



Seperti diungkapkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Satu Jabodebek dan Banten, Roberto Akyuwen. Menurutnya, serangan siber di industri perbankan akan terjadi terus menerus dan semakin canggih. Salah satu sasaran dari serangan siber perbankan saat ini adalah rantai suplai (supply chain attacks).

“Kalau dulu dia (serangan siber) lebih mendekati end user, atau core system bank. Sekarang, karena kita terpapar dengan banyak sistem. Ketika core banking system meningkat, biasanya kita tingkatkan kapasitasnya. Ini yang membuat kita lebih terekspose, mendatangkan risiko serangan siber,” ujar Roberto dalam Talkshow dan Launching buku bertema “Keamanan Siber Bank” di Universitas Trisakti, Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!