Trump Kini Bisa Menyapa Lagi 60 Juta Pengikutnya di Facebook dan Instagram

Senin, 15 Juli 2024 - 14:48 WIB
Sejak kembali ke platform Meta, akun Trump sebagian besar memposting detail kampanye dan meme termasuk kritikan terhadap saingannya dalam pemilihan presiden Joe Biden.

Sebelum larangan pada tahun 2021, postingan Facebook Trump sering kali menjadi yang paling populer di AS, menurut data pada saat itu dari CrowdTangle.

Trump adalah mantan presiden pertama yang dilarang dari Twitter dan YouTube. Trump sebelumnya berkomunikasi di Truth Social, platform media sosial yang dimilikinya, sebelum memposting ulang ke jaringan lain.

Kemudian Trump kembali ke Twitter - sekarang disebut X - setelah CEO perusahaan Elon Musk mengadakan jajak pendapat yang meminta pengguna untuk mengklik "ya" atau "tidak" tentang apakah akun Trump harus dipulihkan. Mereka yang setuju meraih kemenangan dengan 51,8% suara

Perusahaan-perusahaan teknologi besar bertindak setelah kerusuhan Capitol Hill yang mematikan dan melukai lebih dari 100 petugas polisi. Trump kerap dituduh menghasut kekerasan dan berulang kali menyebarkan disinformasi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!