Terancam Gagal Bayar Utang, Utusan IMF Datangi Ukraina
Rabu, 17 Juli 2024 - 11:04 WIB
Konflik dengan Rusia telah memberikan pukulan berat pada perekonomian Ukraina menyusut hingga seperempatnya. Rasio utang terhadap PDB Ukraina akan mendekati 94% pada akhir tahun ini meskipun ada dukungan Barat dalam bentuk artileri, tank, dan alokasi pendanaan. Ukraina memiliki waktu satu bulan untuk menghindari gagal bayar utang.
IMF ingin menegosiasikan sebuah rencana keringanan utang, namun kesepakatan semacam itu sepertinya tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat. Melansir Russian Today dari The Economist, bulan lalu, Pemerintah Ukraina gagal mencapai kesepakatan dengan sekelompok investor asing untuk merestrukturisasi hutang negara ini sebesar USD20 miliar dalam bentuk Eurobonds.
Baca Juga: ASEAN Gabung BRICS, Investasi Minyak Bisa Tembus Rp1.600 Triliun
Kiev telah mendesak para pemegang obligasi untuk menerima pengurangan utang yang besar karena mereka mencoba untuk memenuhi tuntutan IMF untuk merestrukturisasi dan mempertahankan akses ke pasar-pasar internasional. Rusia Today melaporkan, Ukraina berusaha untuk mengurangi utangnya hingga 60% dari nilai saat ini, sementara para kreditur mengatakan 22% adalah lebih masuk akal.
Jika kesepakatan restrukturisasi utang yang baru tidak tercapai, Ukraina akan mengalami gagal bayar. Hal ini akan merusak peringkat kredit negara tersebut dan mempersulit kemampuannya untuk meminjam di masa depan. Skenario yang paling mungkin untuk Kiev adalah perpanjangan pembekuan pembayaran utang hingga 2027 atau deklarasi gagal bayar. Apapun itu, Ukraina tidak akan melanjutkan pembayaran kepada para krediturnya.
IMF ingin menegosiasikan sebuah rencana keringanan utang, namun kesepakatan semacam itu sepertinya tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat. Melansir Russian Today dari The Economist, bulan lalu, Pemerintah Ukraina gagal mencapai kesepakatan dengan sekelompok investor asing untuk merestrukturisasi hutang negara ini sebesar USD20 miliar dalam bentuk Eurobonds.
Baca Juga: ASEAN Gabung BRICS, Investasi Minyak Bisa Tembus Rp1.600 Triliun
Kiev telah mendesak para pemegang obligasi untuk menerima pengurangan utang yang besar karena mereka mencoba untuk memenuhi tuntutan IMF untuk merestrukturisasi dan mempertahankan akses ke pasar-pasar internasional. Rusia Today melaporkan, Ukraina berusaha untuk mengurangi utangnya hingga 60% dari nilai saat ini, sementara para kreditur mengatakan 22% adalah lebih masuk akal.
Jika kesepakatan restrukturisasi utang yang baru tidak tercapai, Ukraina akan mengalami gagal bayar. Hal ini akan merusak peringkat kredit negara tersebut dan mempersulit kemampuannya untuk meminjam di masa depan. Skenario yang paling mungkin untuk Kiev adalah perpanjangan pembekuan pembayaran utang hingga 2027 atau deklarasi gagal bayar. Apapun itu, Ukraina tidak akan melanjutkan pembayaran kepada para krediturnya.
(nng)
Lihat Juga :