Cadangan Devisa 12 Negara Asia Anjlok USD50 M, Indonesia Termasuk Paling Parah
Selasa, 23 Juli 2024 - 21:33 WIB
Mata uang Asia telah turun tajam di paruh pertama tahun ini karena sikap hawkish Federal Reserve dan imbal hasil yang tinggi mendukung dolar. Yen mengalami pelemahan terparah dengan penurunan sekitar 11% terhadap dolar AS telah mendorong intervensi untuk mendukung mata uang tahun ini.
Sementara, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga di bulan April untuk menahan penurunan nilai tukar rupiah dan mencegah arus modal keluar. Dengan peristiwa-peristiwa besar seperti pemilihan presiden AS dan potensi pergeseran kebijakan moneter Federal Reserve yang akan terjadi tahun ini, mata uang-mata uang regional diperkirakan akan mengalami volatilitas yang lebih tinggi di semester kedua.
Baca Juga: Selain Minyak, BRICS Sumbang 72% Logam Tanah Jarang di Dunia
"Ketika Fed AS mulai menurunkan suku bunga pada akhirnya, yang berpotensi menyebabkan depresiasi sementara pada dollar, kredibilitas bank-bank sentral Asia akan diuji," analis senior di Gimme Credit, Saurav Sen.
Sementara, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga di bulan April untuk menahan penurunan nilai tukar rupiah dan mencegah arus modal keluar. Dengan peristiwa-peristiwa besar seperti pemilihan presiden AS dan potensi pergeseran kebijakan moneter Federal Reserve yang akan terjadi tahun ini, mata uang-mata uang regional diperkirakan akan mengalami volatilitas yang lebih tinggi di semester kedua.
Baca Juga: Selain Minyak, BRICS Sumbang 72% Logam Tanah Jarang di Dunia
"Ketika Fed AS mulai menurunkan suku bunga pada akhirnya, yang berpotensi menyebabkan depresiasi sementara pada dollar, kredibilitas bank-bank sentral Asia akan diuji," analis senior di Gimme Credit, Saurav Sen.
(nng)
Lihat Juga :