Selain Minyak, BRICS Sumbang 72% Logam Tanah Jarang di Dunia
Selasa, 23 Juli 2024 - 17:46 WIB
loading...
BRICS menyumbang sebagian besar cadangan logam tanah jarang di dunia. FOTO/Shutterstock
A
A
A
JAKARTA - Setelah ekspansi BRICS pada 2024, aliansi ini secara resmi menyumbang 42% dari cadangan minyak dan gas dunia. Tidak hanya itu, BRICS sekarang menyumbang sebagian besar cadangan logam tanah jarang dengan total 72%. Hal itu memberikan keuntungan tambahan perdagangan global di sektor minyak dan logam tanah jarang.
Negara-negara BRICS saling melengkapi satu sama lain dalam hal ekstraksi dan produksi mineral penting. Kerja sama ini dapat memberikan keuntungan bagi perdagangan timbal balik di antara para anggota BRICS dan memastikan kelangsungan pasokan. Kelompok ini juga dapat menentukan stabilitas harga dan menjadi yang terdepan dalam pengambilan keputusan.
Baca Juga: 40 Negara Kepincut Gabung BRICS sebelum KTT 2024 di Rusia, Ada Indonesia?
Laporan terbaru, aliansi ini akan mendiskusikan perdagangan minyak dan logam tanah jarang pada KTT BRICS berikutnya. Kesepakatan-kesepakatan perdagangan akan diperkuat untuk memberikan blok ini keuntungan yang tidak semestinya dalam menyelesaikan transaksi-transaksi lintas batas.
Prospek kerjasama antara negara-negara BRICS di bidang studi, pengembangan dan penggunaan sumber daya mineral secara rasional, demikian bunyi sebuah laporan terbaru dari BRICS.
Negara-negara BRICS saling melengkapi satu sama lain dalam hal ekstraksi dan produksi mineral penting. Kerja sama ini dapat memberikan keuntungan bagi perdagangan timbal balik di antara para anggota BRICS dan memastikan kelangsungan pasokan. Kelompok ini juga dapat menentukan stabilitas harga dan menjadi yang terdepan dalam pengambilan keputusan.
Baca Juga: 40 Negara Kepincut Gabung BRICS sebelum KTT 2024 di Rusia, Ada Indonesia?
Laporan terbaru, aliansi ini akan mendiskusikan perdagangan minyak dan logam tanah jarang pada KTT BRICS berikutnya. Kesepakatan-kesepakatan perdagangan akan diperkuat untuk memberikan blok ini keuntungan yang tidak semestinya dalam menyelesaikan transaksi-transaksi lintas batas.
Prospek kerjasama antara negara-negara BRICS di bidang studi, pengembangan dan penggunaan sumber daya mineral secara rasional, demikian bunyi sebuah laporan terbaru dari BRICS.
Lihat Juga :