Laba Bersih Telkom Turun Jadi Rp11,76 Triliun, Ini Pemicunya
Selasa, 30 Juli 2024 - 12:46 WIB
Beban pemasaran TLKM sebesar Rp1,57 triliun susut dari Rp1,65 triliun. kerugian belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi Rp857 miliar, bengkak 308 persen dari episode sama tahun lalu untung Rp412 miliar. Telkom juga mendapatkan pendapatan dari layanan lain Rp564 miliar, melejit 99 persen dari posisi sama tahun lalu Rp283 miliar.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan mencapai Rp73,73 triliun dan pendapatan dari transaksi lessor sebesar Rp1,56 triliun. Adapun laba usaha Telkom per Juni 2024 mencapai Rp21,63 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2023, jumlah itu turun 6,01 persen dari Rp23,01 triliun.
Baca Juga: Utang Jumbo Hutama Karya hingga Kuartal I-2024 Tembus Rp53,11 Triliun
Selain itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Telkom mencapai Rp15,42 triliun di semester I 2024. Ini turun 8,32 persen dari posisi di semester I 2023 yang sebesar Rp16,82 triliun. Di sisi lain, jumlah aset Telkom terpantau menyusut dari Rp287,04 triliun per 31 Desember 2023 menjadi Rp285,99 triliun per 30 Juni 2024. Kemudian jumlah liabilitas emiten pelat merah ini mengalami kenaikan 6,31 persen dari Rp130,48 triliun per 31 Desember 2023 menjadi Rp138,71 triliun per 30 Juni 2024.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan mencapai Rp73,73 triliun dan pendapatan dari transaksi lessor sebesar Rp1,56 triliun. Adapun laba usaha Telkom per Juni 2024 mencapai Rp21,63 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2023, jumlah itu turun 6,01 persen dari Rp23,01 triliun.
Baca Juga: Utang Jumbo Hutama Karya hingga Kuartal I-2024 Tembus Rp53,11 Triliun
Selain itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Telkom mencapai Rp15,42 triliun di semester I 2024. Ini turun 8,32 persen dari posisi di semester I 2023 yang sebesar Rp16,82 triliun. Di sisi lain, jumlah aset Telkom terpantau menyusut dari Rp287,04 triliun per 31 Desember 2023 menjadi Rp285,99 triliun per 30 Juni 2024. Kemudian jumlah liabilitas emiten pelat merah ini mengalami kenaikan 6,31 persen dari Rp130,48 triliun per 31 Desember 2023 menjadi Rp138,71 triliun per 30 Juni 2024.
(nng)
Lihat Juga :