Penjualan Kredit Karbon Pertamina NRE Naik Capai 565.000 Ton CO2e

Kamis, 08 Agustus 2024 - 23:35 WIB
Dia menambahkan ke depan kredit karbon Pertamina NRE tidak saja bersumber dari PLTP, melainkan sumber energi bersih lain, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) dari Jawa-1 yang potensinya mencapai sekitar 3 juta ton CO2e setiap tahunnya. Adapun sumber kredit karbon lain tengah dalam tahapan validasi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei dengan estimasi kredit karbon 150 ribu ton CO2e yang dihasilkan pada 2021–2023, serta 200 ribu ton CO2e periode 2024 – 2027.

Baca Juga: IDX Carbon Prospektif, OJK Ungkap Rencana Pengembangan Bursa Karbon

Lebih lanjut, inisiatif hijau seperti perdagangan karbon berpotensi besar untuk berkontribusi terhadap pemenuhan enhanced nationally determined contribution (ENDC) Indonesia sebesar 31,89 persen tanpa dukungan internasional dan 43,2 persen dengan dukungan internasional. Menurutnya, ekosistem bisnis karbon akan terbentuk apabila terdapat dukungan yang cukup terutama dari sisi regulasi. Potensinya di Indonesia pun sangat besar, baik yang berbasis teknologi maupun berbasis alam. Sebab, Indonesia menyimpan potensi energi bersih dan hutan yang cukup besar.

"Pertamina NRE berkomitmen kuat untuk mendukung net zero emission selambat-lambatnya tahun 2060 dan menjadi garda terdepan Pertamina dalam transisi energi melalui inisiatif-inisiatif hijau serta pengembangan bisnis hijau," kata Dicky.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!