Belanja Perang Terus Membengkak, Inflasi Rusia Meningkat
Senin, 12 Agustus 2024 - 18:30 WIB
Bank Sentral Rusia secara agresif menaikkan suku bunga dalam upaya untuk meredam inflasi. Sebelumnya bank sentral telah memperingatkan bahwa perekonomian Rusia tumbuh pada tingkat yang tidak berkelanjutan, akibat peningkatan besar-besaran belanja pemerintah untuk serangan Ukraina.
Baca Juga : Ekonomi Rusia di Ambang Bencana Demografi, Populasi Terancam Berkurang Setengah
Bank sentral menaikkan suku bunga utamanya menjadi 18% bulan lalu, angka ini tertinggi kedua setelah kenaikan darurat pada Februari 2022 yang mencapai 20%.
Gubernur Bank Dunia Elvira Nabiullina mengatakan perekonomian menunjukkan tanda-tanda "overheating". Ia menyebutkan kesulitan dalam pembayaran internasional akibat sanksi barat sebagai faktor lain yang meningkatkan inflasi.
Rusia akan menghabiskan hampir sembilan persen PDB-nya untuk pertahanan dan keamanan tahun ini, angka yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak era Soviet.
Baca Juga : Ekonomi Rusia di Ambang Bencana Demografi, Populasi Terancam Berkurang Setengah
Bank sentral menaikkan suku bunga utamanya menjadi 18% bulan lalu, angka ini tertinggi kedua setelah kenaikan darurat pada Februari 2022 yang mencapai 20%.
Gubernur Bank Dunia Elvira Nabiullina mengatakan perekonomian menunjukkan tanda-tanda "overheating". Ia menyebutkan kesulitan dalam pembayaran internasional akibat sanksi barat sebagai faktor lain yang meningkatkan inflasi.
Rusia akan menghabiskan hampir sembilan persen PDB-nya untuk pertahanan dan keamanan tahun ini, angka yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak era Soviet.
Lihat Juga :