Megaproyek Pipa Gas Raksasa Rusia-China Terhalang Mongolia, Bagaimana Kelanjutannya?

Kamis, 22 Agustus 2024 - 08:15 WIB
Menurut analis yang dikutip oleh South China Morning Post, mengaitkan hal itu dengan ketidaksepakatan harga antara Beijing dan Moskow, serta masalah geopolitik dan kekhawatiran atas sanksi sekunder dari negara-negara Barat.

Baca Juga: Gas Rusia ke China Mengalir Deras lewat Pipa Raksasa Berjuluk Power of Siberia

Mengenai masalah Mongolia, dia mengatakan bahwa "jika awalnya mitra Mongolia menginginkan peran terbatas sebagai negara transit, maka sekarang kemungkinan mereka sedang mempertimbangkan menggunakan sebagian dari gas murah dari pipa tersebut untuk pengembangan ekonomi, industri, dan infrastruktur mereka sendiri,"

Sementara Zakharova menekankan, bahwa proyek tersebut akan dilanjutkan setelah China dan Rusia menyetujui harga dan volume. Ia juga menambahkan, bahwa negosiasi sedang berlangsung antara raksasa energi Rusia Gazprom dan China National Petroleum Corporation.

Rusia saat ini memasok gas ke China melalui Power of Siberia – bagian dari apa yang disebut Rute Timur – yang merupakan bagian dari perjanjian 30 tahun senilai USD400 miliar antara Gazprom dan CNPC yang dicapai pada tahun 2014. Pengiriman dimulai sejak 2019, dan pipa tersebut diperkirakan akan mencapai kapasitas operasional penuh sebesar 38 bcm gas alam per tahun pada tahun 2025.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!