Bangkitkan Amarah Naga, Produk-produk Eropa Terancam Tarif Tinggi

Minggu, 25 Agustus 2024 - 14:02 WIB
Prancis, pelobi utama untuk tarif kendaraan listrik China, menghadapi potensi kerugian terbesar dalam penyelidikan brendi dan anggur. Negara itu dipastikan kembali terpukul jika Beijing bergerak untuk mengenakan tarif pada ekspor susu, yang bernilai sekitar 190 juta euro (USD212 juta).

Sementara, Irlandia berpotensi paling terpukul oleh pembatasan baru China yang mencakup sekitar 423 juta euro (USD472,3 juta) dari total ekspor susu Uni Eropa. Padahal, Irlandia tidak terlalu vokal atau berpengaruh dalam mendukung inisiatif tarif kendaraan listrik China yang diserukan blok tersebut.

Semua 20 kategori subsidi yang diselidiki oleh penyelidikan susu China berada di bawah Kebijakan Pertanian Bersama tingkat UE atau program masing-masing negara, mulai dari tunjangan dan subsidi petani muda, skema pinjaman dan asuransi hingga bantuan keuangan untuk fasilitas penyimpanan. Mengutip Suptnikglobe, seorang juru bicara UE mengatakan blok tersebut akan mengikuti penyelidikan susu tersebut "dengan sangat cermat" dan memastikan bahwa "sepenuhnya mematuhi aturan WTO yang relevan.

Sementara itu, Kamar Dagang China di UE menyatakan ketidakpuasan yang kuat dan penentangan tegas terhadap langkah pengenaan tarif tambahan bagi kendaraan EV asal negara tersebut. Mereka menuduh Eropa melakukan penggunaan alat perdagangan yang tidak adil untuk menghalangi perdagangan bebas dan memperingatkan bahwa keputusan tersebut akan melemahkan ketahanan industri kendaraan listrik Eropa itu sendiri serta memperburuk ketegangan perdagangan.

Baca Juga: Hizbullah Luncurkan Serangan Besar-besaran, Israel Darurat 48 Jam
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!