Dampak Seruan Boikot, Starbucks Malaysia Rugi Rp135 Miliar

Kamis, 29 Agustus 2024 - 13:35 WIB
Berjaya Food melaporkan kerugian bersih sebesar 91,5 juta ringgit dan penurunan pendapatan sebesar 35% untuk periode setahun penuh yang berakhir pada bulan Juni. Selain konflik Timur Tengah, perusahaan juga mengaitkan kinerja buruk tersebut dengan kerugian yang terjadi sekali saja akibat pelepasan seluruh kepemilikan sahamnya di Jollibean Foods Pte Ltd pada bulan November.

Berjaya memiliki 393 kedai Starbucks di seluruh Malaysia pada Juni 2023, menurut laporan tahunan terbaru yang tersedia. Perusahaan ini menjalankan restoran dengan merek Kenny Rogers Roasters serta kafe dengan merek Paris Baguette.

Tak hanya Starbucks, merek makanan cepat saji dari Amerika Serikat juga menghadapi tantangan di negara-negara Asia, Timur Tengah, dan beberapa wilayah Eropa di tengah. Seruan untuk memboikot merek karena dianggap memiliki hubungan dengan Israel.

Baca Juga : Penjualan Starbucks, KFC dan McD Ambruk Berjamaah, Terdampak Aksi Boikot?

McDonald's, misalnya, menjadi sasaran boikot setelah foto dan video di media sosial menunjukkan toko-tokonya di Israel memberikan makanan kepada tentara negara tersebut setelah serangan 7 Oktober.
(fch)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!