Investor Harus Mencari Emas Jelang Penurunan Fed Rate, Begini Ramalan Goldman Sachs
Rabu, 04 September 2024 - 05:24 WIB
Diperkirakan laju emas bakal mempertahankan target di 2025 yakni sebesar USD2.700 per ons dan direkomendasi "emas untuk panjang". Baca Juga: Pertama Kali dalam Sejarah, Harga Sebatang Emas Tembus 1 Juta Dolar AS
Pembelian emas oleh bank sentral, yang mencapai rekor pada kuartal pertama tahun 2024, telah menjadi salah satu pendorong terbesar kenaikan logam mulia tahun ini. Analis BofA memperkirakan, emas kini telah melampaui euro untuk menjadi aset cadangan terbesar di dunia, kedua setelah dolar AS.
Risiko geopolitik seperti perang Israel-Hamas dan konflik Rusia-Ukraina, serta sinyal dari Federal Reserve (bank sentral AS) tentang penurunan suku bunga pada September di tengah tanda-tanda perlambatan pasar tenaga kerja, juga telah mendorong harga.
"Kami melihat emas digunakan sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian," kata Tom Bruni, kepala riset pasar di Stocktwits.
ETF emas global melihat investor Barat menumpuk emas dalam tiga bulan berturut-turut, dengan aktivitas Amerika Utara melampaui Eropa dan Asia pada bulan Juli, menurut data terbaru World Gold Council .
Pembelian emas oleh bank sentral, yang mencapai rekor pada kuartal pertama tahun 2024, telah menjadi salah satu pendorong terbesar kenaikan logam mulia tahun ini. Analis BofA memperkirakan, emas kini telah melampaui euro untuk menjadi aset cadangan terbesar di dunia, kedua setelah dolar AS.
Risiko geopolitik seperti perang Israel-Hamas dan konflik Rusia-Ukraina, serta sinyal dari Federal Reserve (bank sentral AS) tentang penurunan suku bunga pada September di tengah tanda-tanda perlambatan pasar tenaga kerja, juga telah mendorong harga.
"Kami melihat emas digunakan sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian," kata Tom Bruni, kepala riset pasar di Stocktwits.
ETF emas global melihat investor Barat menumpuk emas dalam tiga bulan berturut-turut, dengan aktivitas Amerika Utara melampaui Eropa dan Asia pada bulan Juli, menurut data terbaru World Gold Council .
Lihat Juga :