IMF Paksa Ukraina Devaluasi Mata Uang Cegah Ledakan Defisit Anggaran
Kamis, 05 September 2024 - 17:04 WIB
Baca Juga: Terancam Bangkrut, Ukraina di Ambang Gagal Bayar Utang
Dalam menjaga keuangan sepanjang periode perang, Ukraina ditopang oleh bantuan internasional sekitar USD122 miliar yang berasal dari Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, serta IMF. Namun Kiev masih berkutat dengan defisit anggaran sebesar USD15 miliar hingga tahun 2025 yang belum bisa ditutupi oleh komitmen keuangan dari kreditur, seperti disampaikan Perdana Menteri Denis Shmigal bulan lalu.
Untuk membantu menjembatani defisit, lembaga yang berbasis di Washington itu dilaporkan berencana mendesak Bank Sentral Ukraina agar mendevaluasi hryvnia dengan kecepatan yang lebih cepat dan melonggarkan kebijakan moneternya di tengah inflasi yang moderat, menurut sumber terdekat kepada kantor berita tersebut.
Langkah-langkah itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan Ukraina dalam mata uang lokal dan membuat pinjaman lebih murah untuk Kementerian Keuangan.Tapi sepertinya regulator menentang depresiasi lebih lanjut dari mata uang nasional Hryvnia, yang telah kehilangan lebih dari 30% terhadap dolar AS sejak eskalasi konflik Ukraina pada Februari 2022.
Pada bulan Oktober, bank sentral Ukraina melonggarkan nilai tukar mata uang sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendukung ekonomi. Membiarkan mata uang melemah lebih lanjut akan menantang kemampuan bank sentral untuk menjaga stabilitas harga, kata sumber tersebut.
Dalam menjaga keuangan sepanjang periode perang, Ukraina ditopang oleh bantuan internasional sekitar USD122 miliar yang berasal dari Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, serta IMF. Namun Kiev masih berkutat dengan defisit anggaran sebesar USD15 miliar hingga tahun 2025 yang belum bisa ditutupi oleh komitmen keuangan dari kreditur, seperti disampaikan Perdana Menteri Denis Shmigal bulan lalu.
Untuk membantu menjembatani defisit, lembaga yang berbasis di Washington itu dilaporkan berencana mendesak Bank Sentral Ukraina agar mendevaluasi hryvnia dengan kecepatan yang lebih cepat dan melonggarkan kebijakan moneternya di tengah inflasi yang moderat, menurut sumber terdekat kepada kantor berita tersebut.
Langkah-langkah itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan Ukraina dalam mata uang lokal dan membuat pinjaman lebih murah untuk Kementerian Keuangan.Tapi sepertinya regulator menentang depresiasi lebih lanjut dari mata uang nasional Hryvnia, yang telah kehilangan lebih dari 30% terhadap dolar AS sejak eskalasi konflik Ukraina pada Februari 2022.
Pada bulan Oktober, bank sentral Ukraina melonggarkan nilai tukar mata uang sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendukung ekonomi. Membiarkan mata uang melemah lebih lanjut akan menantang kemampuan bank sentral untuk menjaga stabilitas harga, kata sumber tersebut.
Lihat Juga :