Terancam Bangkrut, Ukraina di Ambang Gagal Bayar Utang
Selasa, 18 Juni 2024 - 10:44 WIB
loading...
Ukraina di ambang gagal bayar utang akibat pengajuan pinjaman ditolak sejumlah raksasa pemegang obligasi asing. FOTO/Shutterstock
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Ukraina mengumumkan telah gagal mencapai kesepakatan dengan sekelompok pemegang obligasi asing yang mencakup raksasa keuangan BlackRock dan Pimco untuk merestrukturisasi utang senilai USD20 miliar dalam bentuk Eurobonds.
Para pemegang obligasi pada Februari 2022 membekukan utang selama dua tahun kepada Ukraina karena konflik dengan Rusia. Namun, perjanjian tersebut akan berakhir pada Agustus tahun ini dan para pemegang obligasi berharap Kiev bisa membayar kembali bunga utangnya. Ukraina di ambang gagal bayar utang karena tidak mendapatkan utang baru sehingga berpotensi merusak peringkat kredit negara tersebut dan mempersulit kemampuannya meminjam di masa mendatang.
Baca Juga: Daftar Negara Sekutu Rusia dengan Militer Terkuat, 3 di Antaranya Bersenjata Nuklir
Pembicaraan formal antara Kiev dan komite kreditur ad-hoc yang mewakili seperlima dari USD20 miliar dalam bentuk Eurobonds telah berlangsung selama hampir dua minggu. Ukraina mendesak para pemegang obligasi untuk menerima penurunan tajam nilai utang karena mencoba memenuhi tuntutan IMF untuk merestrukturisasi obligasi tersebut untuk mempertahankan akses ke pasar internasional.
"Meskipun Ukraina dan Komite Kreditur Ad Hoc tidak mencapai kesepakatan mengenai persyaratan restrukturisasi selama periode konsultasi, mereka akan melanjutkan keterlibatan dan diskusi konstruktif melalui penasihat masing-masing," menurut laporan Reuters, dikutip dari Russian Today, Selasa (18/6/2024).
Para pemegang obligasi pada Februari 2022 membekukan utang selama dua tahun kepada Ukraina karena konflik dengan Rusia. Namun, perjanjian tersebut akan berakhir pada Agustus tahun ini dan para pemegang obligasi berharap Kiev bisa membayar kembali bunga utangnya. Ukraina di ambang gagal bayar utang karena tidak mendapatkan utang baru sehingga berpotensi merusak peringkat kredit negara tersebut dan mempersulit kemampuannya meminjam di masa mendatang.
Baca Juga: Daftar Negara Sekutu Rusia dengan Militer Terkuat, 3 di Antaranya Bersenjata Nuklir
Pembicaraan formal antara Kiev dan komite kreditur ad-hoc yang mewakili seperlima dari USD20 miliar dalam bentuk Eurobonds telah berlangsung selama hampir dua minggu. Ukraina mendesak para pemegang obligasi untuk menerima penurunan tajam nilai utang karena mencoba memenuhi tuntutan IMF untuk merestrukturisasi obligasi tersebut untuk mempertahankan akses ke pasar internasional.
"Meskipun Ukraina dan Komite Kreditur Ad Hoc tidak mencapai kesepakatan mengenai persyaratan restrukturisasi selama periode konsultasi, mereka akan melanjutkan keterlibatan dan diskusi konstruktif melalui penasihat masing-masing," menurut laporan Reuters, dikutip dari Russian Today, Selasa (18/6/2024).
Lihat Juga :