Arab Saudi Mau Terima Yuan untuk Pembelian Minyak, Bye Petrodolar?
Kamis, 12 September 2024 - 07:28 WIB
Menteri Perindustrian Arab Saudi Bandar Al-Khourayef menegaskan bahwa mereka terbuka terhadap ide-ide baru termasuk peningkatan penggunaan mata uang Yuan. Diskusi ini terjadi ketika negara ini ingin merangkul teknologi China, seperti kendaraan listrik. Kedua belah pihak telah merangkul kerja sama yang berkelanjutan meskipun ada ketegangan antara China dan Barat.
"Kami percaya Arab Saudi akan melakukan apa yang menjadi kepentingan terbaik," kata Khorayef dalam sebuah wawancara baru-baru ini, dilansir dari WatcherGuru, Kamis (12/9/2024).
"Namun, saya pikir Arab Saudi akan selalu mencoba hal-hal baru dan terbuka terhadap ide-ide baru dan kami mencoba untuk tidak mencampuradukkan politik dengan perdagangan."
Baca Juga: Rusia Gelar Latihan Angkatan Laut Terbesar dalam Sejarah Modern Mereka
Keputusan untuk meninggalkan petrodolar akan memiliki implikasi yang sangat besar. Negara kaya minyak ini akan memiliki efek yang tidak diragukan lagi pada adopsi yuan secara internasional. Selain itu, hal ini akan melanjutkan penurunan keunggulan greenback di panggung global.
"Kami percaya Arab Saudi akan melakukan apa yang menjadi kepentingan terbaik," kata Khorayef dalam sebuah wawancara baru-baru ini, dilansir dari WatcherGuru, Kamis (12/9/2024).
"Namun, saya pikir Arab Saudi akan selalu mencoba hal-hal baru dan terbuka terhadap ide-ide baru dan kami mencoba untuk tidak mencampuradukkan politik dengan perdagangan."
Baca Juga: Rusia Gelar Latihan Angkatan Laut Terbesar dalam Sejarah Modern Mereka
Keputusan untuk meninggalkan petrodolar akan memiliki implikasi yang sangat besar. Negara kaya minyak ini akan memiliki efek yang tidak diragukan lagi pada adopsi yuan secara internasional. Selain itu, hal ini akan melanjutkan penurunan keunggulan greenback di panggung global.
(nng)
Lihat Juga :