China Temukan Harta Karun Langka di Daerah Termiskin, Simpan Cadangan hingga 5 Juta Ton

Rabu, 18 September 2024 - 22:05 WIB
Dominasi tanah jarang China semakin meningkatkan kekhawatiran geopolitik di tengah meningkatnya persaingan teknologi antara China dan AS.

"Industri tanah jarang di China juga harus berkembang ke sektor hilir, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, dan meningkatkan keunggulan teknologi perusahaan," ujar ekonom Pan Helin.

Negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini telah membatasi pasokan dan ekspor elemen tanah jarang, yang pada awal tahun ini diidentifikasi oleh Kementerian Keamanan Negara sebagai sumber daya mineral strategis yang terkait langsung dengan keamanan nasional.

Pan Helin, seorang ekonom dan penasihat Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, mengatakan kepada China Securities Journal milik pemerintah pada hari Sabtu bahwa penemuan di Sichuan akan meningkatkan keunggulan sumber daya China di pasar tanah jarang global.

"Meskipun mengkonsolidasikan keunggulan sumber daya sangat penting, industri tanah jarang China juga harus berkembang ke sektor hilir, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, dan meningkatkan keunggulan teknologi perusahaan," kata Pan.

China menyumbang antara 80-90 persen dari produksi tanah jarang global pada awal tahun 2010-an, tetapi dominasi tersebut berkurang menjadi sekitar 70 persen pada tahun 2023 di tengah peningkatan pasokan tanah jarang secara global, menurut Survei Geologi AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!