AS Ancam Rusia dengan Sanksi Minyak Baru

Sabtu, 21 September 2024 - 07:00 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov mengatakan kepada RIA Novosti bahwa rencana AS untuk meningkatkan sanksi terhadap pasokan minyak Rusia adalah "salah satu unsur tekanan politik dan psikologis terhadap komunitas bisnis Rusia."

Baca Juga: Meski Dapat Sanksi AS, Mengapa Pakistan Mampu Buat Rudal Berhulu Ledak Nuklir?

"Saya ingin memperingatkan semua orang agar tidak melebih-lebihkan pentingnya langkah-langkah yang diambil oleh AS. Bagian-bagian penting dari sektor energi kita telah dikenai sanksi untuk waktu yang sangat lama. Sanksi-sanksi ini sama sekali tidak sah, sanksi-sanksi ini berasal dari ketidakberdayaan Amerika, karena mereka menganggap diri mereka sebagai penguasa dunia," tegas Ryabkov.

Negara-negara G7 sebelumnya telah memperkenalkan batasan harga bersama dengan embargo minyak laut Rusia dalam upaya untuk memukul ekonomi negara itu, sementara pada saat yang sama menjaga minyak mentah tetap Rusia mengalir ke pasar global. Pembatasan tersebut diberlakukan pada Desember 2022 dan diikuti oleh pembatasan serupa pada ekspor produk minyak bumi Rusia pada Februari 2023.

Langkah tersebut melarang perusahaan-perusahaan Barat menyediakan asuransi dan layanan lainnya untuk pengiriman minyak mentah Rusia, kecuali jika kargo dibeli pada harga USD60 per barel atau lebih rendah, jauh di bawah harga pasar saat ini.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!