Mesin Perang Moskow Bakal Mendingin Saat Pemasukan Migas Turun Jadi Rp1.785 Triliun
Selasa, 24 September 2024 - 14:52 WIB
Pemerintah Rusia bersiap menghadapi penurunan pendapatan minyak dan gas (migas) selama tiga tahun ke depan, yang bakal mempengaruhi mesin perang Moskow. Foto/Ilustrasi
MOSKOW - Pemerintah Rusia memperkirakan, pendapatan minyak dan gas ( migas ) bakal menyusut selama tiga tahun ke depan, lantaran rendahnya harga energi dan resmi insentif pajak untuk Gazprom PJSC.
Baca Juga: Sukses Tikung Embargo Barat, Pendapatan Minyak Rusia Melonjak
Berdasarkan rancangan anggaran tiga tahun yang dilaporkan oleh Bloomberg News, pendapatan Migas sebagai sumber dana utama Kremlin akan turun 14% dari 2024 hingga 2027. Kondisi ini bakal berdampak pada perang di Ukraina dan meningkatnya pengeluaran militer Moskow.
Industri minyak dan gas Rusia pada tahun depan diproyeksikan bakal berkontribusi USD118 miliar atau setara Rp1.785 triliun (Kurs Rp15.131 per USD) dalam bentuk pajak ke kas negara, menurut rancangan yang disiapkan oleh pemerintah. Angka tersebut 3,3% lebih sedikit dari proyeksi untuk tahun 2024.
Baca Juga: Sukses Tikung Embargo Barat, Pendapatan Minyak Rusia Melonjak
Berdasarkan rancangan anggaran tiga tahun yang dilaporkan oleh Bloomberg News, pendapatan Migas sebagai sumber dana utama Kremlin akan turun 14% dari 2024 hingga 2027. Kondisi ini bakal berdampak pada perang di Ukraina dan meningkatnya pengeluaran militer Moskow.
Industri minyak dan gas Rusia pada tahun depan diproyeksikan bakal berkontribusi USD118 miliar atau setara Rp1.785 triliun (Kurs Rp15.131 per USD) dalam bentuk pajak ke kas negara, menurut rancangan yang disiapkan oleh pemerintah. Angka tersebut 3,3% lebih sedikit dari proyeksi untuk tahun 2024.
Lihat Juga :