Melawan Hegemoni Dolar, Satu Lagi Negara Afrika Berminat Gabung BRICS

Selasa, 24 September 2024 - 22:11 WIB
Pada Juni 2023, pemerintah Burkinabe dan kelompok BRICS menandatangani nota kesepahaman untuk kerja sama. Dokumen tersebut mendefinisikan bidang kerja sama pada beberapa sektor yang meliputi ekonomi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, transportasi udara dan kereta api, industri, perdagangan, pertambangan, energi, olahraga, budaya, teknologi informasi dan komunikasi, hingga pariwisata.

BRICS yang didirikan pada tahun 2006 oleh Brasil, Rusia, India, dan China, kemudian baru pada 2011 kedatangan anggota baru yakni Afrika Selatan. BRICS kemudian makin meluas, dimana tahun ini member mereka bertambah ketika Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab menjadi anggota penuh.

Pada 2 September, Bloomberg melaporkan, mengutip sumber terkait, bahwa Türkiye juga sudah secara resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan BRICS, dengan alasan "perlunya kerja sama dengan negara-negara berkembang."

Sementara itu pada bulan Juni, Menteri Pertahanan Zimbabwe, Oppah Muchinguri-Kashiri mengumumkan, bahwa negara itu siap untuk bergabung dengan kelompok BRICS.

Beberapa negara lain juga secara resmi mengisyaratkan niat mereka untuk bergabung dengan organisasi BRICS. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov mengatakan, bahwa salah satu kriteria utama bagi Moskow untuk menyambut anggota baru adalah bahwa setiap negara yang ingin bergabung dengan BRICS menahan diri untuk tidak berpartisipasi dalam sanksi sepihak yang ilegal.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!