Sanksi Barat Tak Berkutik melawan Kemampuan Adaptasi Rusia

Kamis, 26 September 2024 - 18:48 WIB
Seorang perwakilan Departemen Keuangan menunjuk pada pernyataan Menteri Keuangan Janet Yellen pada bulan Juli selama pertemuan menteri keuangan G20, di mana dia menyebut tindakan terhadap Rusia "belum pernah terjadi sebelumnya."

"Kami terus menindak penghindaran sanksi Rusia dan memperkuat serta memperluas kemampuan kami untuk menargetkan lembaga keuangan asing dan siapa pun di seluruh dunia yang mendukung mesin perang Rusia," katanya.

Namun, Rusia mampu menghindari pembatasan harga USD60 pada ekspor minyaknya yang diberlakukan oleh AS dan negara G7 lainnya yang mendukung Ukraina. Batas tersebut diberlakukan dengan melarang perusahaan asuransi dan perusahaan pelayaran Barat menangani minyak di atas batas harga tersebut.

Tapi Rusia mampu menghindari pembatasan harga minyak dengan merakit armada tanker bekas yang tidak menggunakan layanan Barat dan mengangkut 90% minyaknya.

Sementara itu AS mendorong pembatasan harga sebagai cara untuk mengurangi keuntungan minyak Moskow, tanpa menjatuhkan sejumlah besar minyak Rusia dari pasar global dan mendorong harga minyak, harga bensin dan inflasi. Kekhawatiran serupa membuat Uni Eropa (UE) tidak memaksakan boikot pada sebagian besar minyak Rusia selama hampir setahun setelah Rusia menginvasi Ukraina.

Para pemimpin G-7 setuju untuk merekayasa pinjaman USD50 miliar untuk membantu Ukraina, yang dibayar oleh bunga yang diperoleh dari keuntungan dari aset bank sentral Rusia yang dibekukan. Aset Rusia yang dibekukan tersebut, sebagian besar berada di Eropa sebagai jaminan. Namun, sekutu belum menyetujui garis beras pemberian pinjaman.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!