PEP Pendopo Field Ciptakan Inovasi Korosi Inhibitor Berbasis Pinang
Kamis, 26 September 2024 - 22:42 WIB
Wayanmenjelaskan, berdasarkan kajian Fakultas MIPA UGM, biaya produksi cairan antikorosi dari biji pinang tua berkisar antara Rp27.268 hingga Rp37.555 per liter. Biaya tersebut jauh lebih rendah ketimbang cairan inhibitor berbasis bahan kimia yang harganya mencapai Rp34.000 hingga Rp51.750 per liter. Artinya, penggunaan korosi inhibitor alami berbasis pinang tersebut mampu menghemat biaya 13% hingga 27%.
Wayan mengatakan, keberhasilan PEP Pendopo Field merealisasikan pendekatan CSV tidak lepas dari kemampuan perusahaan dalam membaca potensi desa yang sejalan dengan inti bisnis perusahaan. "Dengan pendekatan ini, perusahaan bisa tumbuh bersama masyarakat," tandasnya.
Guna memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat dan mengatasi rendahnya harga pinang di pasar lokal, PEP Pendopo Field bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Pemerintah Kecamatan STL Ulu Terawas, dan sejumlah pemerintah desa setempat mendorong kelompok mitra binaannya untuk melakukan ekspor pinang. Langkah pertama dari kegiatan ini adalah dengan memberikan pelatihan ekspor kepada warga. Warga kemudian menerapkan keterampilan memilah pinang layak ekspor, mengumpulkannya, dan menjualnya ke eksportir pinang.
Baca Juga: Perang Dingin Jilid II Segera Memanas, Berikut 8 Indikasinya
Ketua Kelompok Wanita Tani (Melati) Suhartini menjelaskan, harga pinang tua di pasar lokal sekitar Rp4.000 per kilogram (kg). Dengan upaya mendorong pasar ke level internasional ini, warga bisa mendapatkan harga lebih tinggi, yakni sebesar Rp6.000 per kg.
Wayan mengatakan, keberhasilan PEP Pendopo Field merealisasikan pendekatan CSV tidak lepas dari kemampuan perusahaan dalam membaca potensi desa yang sejalan dengan inti bisnis perusahaan. "Dengan pendekatan ini, perusahaan bisa tumbuh bersama masyarakat," tandasnya.
Guna memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat dan mengatasi rendahnya harga pinang di pasar lokal, PEP Pendopo Field bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Pemerintah Kecamatan STL Ulu Terawas, dan sejumlah pemerintah desa setempat mendorong kelompok mitra binaannya untuk melakukan ekspor pinang. Langkah pertama dari kegiatan ini adalah dengan memberikan pelatihan ekspor kepada warga. Warga kemudian menerapkan keterampilan memilah pinang layak ekspor, mengumpulkannya, dan menjualnya ke eksportir pinang.
Baca Juga: Perang Dingin Jilid II Segera Memanas, Berikut 8 Indikasinya
Ketua Kelompok Wanita Tani (Melati) Suhartini menjelaskan, harga pinang tua di pasar lokal sekitar Rp4.000 per kilogram (kg). Dengan upaya mendorong pasar ke level internasional ini, warga bisa mendapatkan harga lebih tinggi, yakni sebesar Rp6.000 per kg.
Lihat Juga :