Gazprom Terlempar dari Daftar Perusahaan Paling Menguntungkan di Rusia, Efek Sanksi Barat?
Jum'at, 27 September 2024 - 16:12 WIB
Hasil yang dikantongi Gazprom sangat kontras dengan laba bersih sebesar USD13,2 miliar yang tercatat selama tahun sebelumnya. Total pendapatan perusahaan turun menjadi USD92 miliar pada tahun 2023 dari USD126 miliar pada tahun 2022.
Kerugian besar tersebut membuat raksasa energi Gazprom keluar dari 100 perusahaan paling menguntungkan di Rusia, menurut Forbes.
Ekspor gas Rusia ke pasar tradisional di seluruh UE (Uni Eropa) mengalami penurunan besar karena sanksi Barat terkait eskalasi konflik Ukraina dan sabotase pipa Nord Stream, yang sebelumnya menyediakan konektor gas utama Rusia ke wilayah tersebut.
Pada tahun 2023, pasokan gas alam Gazprom ke Eropa turun 55,6% menjadi 28,3 miliar meter kubik (bcm) sepanjang 2023, menurut perhitungan Reuters.
Sementara itu Gazprom telah mengarahkan perdagangan energi mereka menuju ke Asia, dimana China muncul sebagai salah satu pembeli terbesarnya. Volume pasokan gas Rusia ke China diproyeksi bisa mencapai sekitar 100 bcm per tahun ketika pipa Power of Siberia beroperasi penuh. Saat pipa beroperasi secara keseluruhan, China akan menggantikan Uni Eropa dalam hal pembelian gas Rusia, menurut Gazprom.
Kerugian besar tersebut membuat raksasa energi Gazprom keluar dari 100 perusahaan paling menguntungkan di Rusia, menurut Forbes.
Ekspor gas Rusia ke pasar tradisional di seluruh UE (Uni Eropa) mengalami penurunan besar karena sanksi Barat terkait eskalasi konflik Ukraina dan sabotase pipa Nord Stream, yang sebelumnya menyediakan konektor gas utama Rusia ke wilayah tersebut.
Pada tahun 2023, pasokan gas alam Gazprom ke Eropa turun 55,6% menjadi 28,3 miliar meter kubik (bcm) sepanjang 2023, menurut perhitungan Reuters.
Sementara itu Gazprom telah mengarahkan perdagangan energi mereka menuju ke Asia, dimana China muncul sebagai salah satu pembeli terbesarnya. Volume pasokan gas Rusia ke China diproyeksi bisa mencapai sekitar 100 bcm per tahun ketika pipa Power of Siberia beroperasi penuh. Saat pipa beroperasi secara keseluruhan, China akan menggantikan Uni Eropa dalam hal pembelian gas Rusia, menurut Gazprom.
(akr)
Lihat Juga :