Rusia Kejar Rekor Pendapatan, Bakal Kantongi Rp1.783 Triliun dari Jualan Minyak dan Gas
Sabtu, 05 Oktober 2024 - 19:59 WIB
Negara-negara Uni Eropa sejauh ini dinilai gagal memberikan sanksi kepada gas alam Rusia, meski mulai menghindarinya. Sebagai tanggapan, Moskow mengalihkan pasokan energinya ke Asia, terutama ke India dan China, untuk mengkompensasi hilangnya beberapa pelanggan asal Barat.
Menurut data terbaru dari Kementerian Keuangan yang dirilis pada hari Kamis, kemarin menerangkan, pendapatan minyak dan gas Rusia tumbuh sebesar 49,4% pada periode Januari-September secara year-on-year. Kementerian memperkirakan pendapatan minyak dan gas mencapai 10,99 triliun rubel (USD116 miliar) tahun ini yang jika dirupiahkan mencapai Rp1.783 triliun (Kurs Rp15.376 per USD).
Pada tahun 2022, anggaran Rusia menerima 11,586 triliun rubel (setara USD165 miliar pada nilai tukar pada saat itu) dari ekspor energi.
Menurut data terbaru dari Kementerian Keuangan yang dirilis pada hari Kamis, kemarin menerangkan, pendapatan minyak dan gas Rusia tumbuh sebesar 49,4% pada periode Januari-September secara year-on-year. Kementerian memperkirakan pendapatan minyak dan gas mencapai 10,99 triliun rubel (USD116 miliar) tahun ini yang jika dirupiahkan mencapai Rp1.783 triliun (Kurs Rp15.376 per USD).
Pada tahun 2022, anggaran Rusia menerima 11,586 triliun rubel (setara USD165 miliar pada nilai tukar pada saat itu) dari ekspor energi.
(akr)
Lihat Juga :