Sejak Awal 2024, China Kubur Surat Utang AS Rp329 Triliun

Minggu, 06 Oktober 2024 - 10:41 WIB
China telah menjadi salah satu promotor terbesar dedolarisasi, menggunakan mata uang Yuan dan mata uang lokal dalam perdagangan dengan negara-negara lain. Selain itu, saat mereka menjual treasury, China juga secara besar-besaran mengakumulasi emas dalam cadangannya. China dan aliansi BRICS adalah pembeli emas terbesar di tahun 2022, 2023, dan bahkan 2024. Tahun lalu saja, China membeli beberapa ton emas senilai USD550 miliar untuk cadangannya. Hal ini sesuai dengan narasi yang sudah lama beredar bahwa mata uang BRICS yang baru akan didukung oleh logam mulia.

Baca Juga: Siapkan Kejutan Baru, Rusia Peringatkan Barat Tak Ganggu KTT BRICS di Kazan

China dan BRICS bergerak semakin menjauh dari dolar AS, treasury, dan obligasi utang pemerintah. Stephen Chiu, Kepala Ahli Strategi Valuta Asing dan Nilai Tukar Asia di Bloomberg Intelligence meyakini bahwa hal ini akan terus berlanjut, terutama seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan BRICS. "Penjualan surat-surat berharga AS oleh China dapat meningkat seiring dengan berlanjutnya perang dagang AS-China," ujar dia diansir dari Watcher Guru, Minggu (6/10/2024).

Hal ini terutama berlaku jika calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, terpilih pada bulan November ini. Oleh karena itu, BRICS dan China terpaksa menjual surat-surat berharga AS sebelum hal itu terjadi untuk mendapatkan keuntungan setelah pemilihan umum AS tahun ini.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!