Xi Jinping Siap Bertolak ke Rusia, Pimpin KTT BRICS Bareng Putin
Kamis, 10 Oktober 2024 - 07:23 WIB
Peningkatan perdagangan China dengan Rusia mencapai USD240 miliar tahun lalu telah membantu negara ini mengurangi sejumlah dampak terburuk dari sanksi Barat. Moskow telah mengalihkan sebagian besar ekspor energinya ke China dan mengandalkan perusahaan-perusahaan negara tersebut mengimpor komponen teknologi tinggi untuk industri militer Rusia untuk menghindari sanksi Barat. Kedua negara ini juga telah meningkatkan hubungan militer mereka dalam dua tahun terakhir.
Baca Juga: Adu Kekuatan Militer Iran-Rusia vs Israel-Amerika Serikat, Siapa Lebih Unggul?
Aliansi BRICS didirikan pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India dan China, dengan Afrika Selatan bergabung pada 2010. BRICS mengalami perluasan dan sekarang mencakup Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab (UEA). Arab Saudi telah mempertimbangkan untuk bergabung, dan Azerbaijan serta Malaysia telah mengajukan permohonan secara resmi.
BRICS memiliki tujuan memperkuat suara negara-negara berkembang dengan tujuan mengimbangi tatanan global yang dipimpin Barat. Para anggota pendirinya telah menyerukan tatanan dunia yang lebih adil dan reformasi lembaga-lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia (World Bank).
Baca Juga: Adu Kekuatan Militer Iran-Rusia vs Israel-Amerika Serikat, Siapa Lebih Unggul?
Aliansi BRICS didirikan pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India dan China, dengan Afrika Selatan bergabung pada 2010. BRICS mengalami perluasan dan sekarang mencakup Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab (UEA). Arab Saudi telah mempertimbangkan untuk bergabung, dan Azerbaijan serta Malaysia telah mengajukan permohonan secara resmi.
BRICS memiliki tujuan memperkuat suara negara-negara berkembang dengan tujuan mengimbangi tatanan global yang dipimpin Barat. Para anggota pendirinya telah menyerukan tatanan dunia yang lebih adil dan reformasi lembaga-lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia (World Bank).
(nng)
Lihat Juga :