Prestasi Membanggakan! Jasa Pengiriman Ini Sabet Sertifikat Halal Logistik
Minggu, 13 Oktober 2024 - 16:08 WIB
Ilustrasi pengiriman barang. (Foto: Doc. Freepik)
JAKARTA - Perusahaan jasa pengiriman berbasis aplikasi, Paxel, mencetak prestasi menjadi perusahaan kurir logistik pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat halal logistik.
Sertifikasi ini diperoleh dari Lembaga Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) dan diaudit Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) bekerja sama dengan Inspiry Konsultan Indonesia.
Co-founder Paxel, Zaldy Masita mengatakan Paxel memenuhi kriteria sistem jaminan produk halal, mulai dari proses pembuatan, pengemasan, penyimpanan dan distribusi hingga sampai ke tangan konsumen dengan aman dan baik.
Proses pengiriman yang memenuhi standar halal, dimulai dari pilihan jenis paket non halal di aplikasi Paxel, penerapan pemisahan paket makanan halal dan non halal selama proses penjemputan, transit, hingga pengiriman paket makanan ke tujuan.
“Melalui IoT (internet of things), sistem operasional Paxel mulai dari first mile, mid mile, hingga last mile sudah memenuhi persyaratan halal logistik,” ungkapnya dalam rilis kepada SINDOnews.com, Minggu (13/10).
Zaldy menambahkan bagi produk non halal, kewajiban menggunakan jasa pengiriman dengan sertifikat halal logistik akan memberikan jaminan tidak adanya kontaminasi dengan produk lainnya. Sehingga pelaku usaha produk makanan non halal akan merasa aman dan nyaman saat mengirimkan produknya ke konsumen.
Sertifikasi ini diperoleh dari Lembaga Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) dan diaudit Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) bekerja sama dengan Inspiry Konsultan Indonesia.
Co-founder Paxel, Zaldy Masita mengatakan Paxel memenuhi kriteria sistem jaminan produk halal, mulai dari proses pembuatan, pengemasan, penyimpanan dan distribusi hingga sampai ke tangan konsumen dengan aman dan baik.
Proses pengiriman yang memenuhi standar halal, dimulai dari pilihan jenis paket non halal di aplikasi Paxel, penerapan pemisahan paket makanan halal dan non halal selama proses penjemputan, transit, hingga pengiriman paket makanan ke tujuan.
“Melalui IoT (internet of things), sistem operasional Paxel mulai dari first mile, mid mile, hingga last mile sudah memenuhi persyaratan halal logistik,” ungkapnya dalam rilis kepada SINDOnews.com, Minggu (13/10).
Zaldy menambahkan bagi produk non halal, kewajiban menggunakan jasa pengiriman dengan sertifikat halal logistik akan memberikan jaminan tidak adanya kontaminasi dengan produk lainnya. Sehingga pelaku usaha produk makanan non halal akan merasa aman dan nyaman saat mengirimkan produknya ke konsumen.
Lihat Juga :