Keperkasaan BRICS di Sektor Pangan Global, Tak Hanya Penguasa Minyak dan Gas

Senin, 21 Oktober 2024 - 18:15 WIB

BRICS Pemain Kunci di pasar pertanian



BRICS menyumbang porsi yang signifikan dari ekspor lima komoditas pertanian dan pangan teratas berdasarkan nilai perdagangan.Dengan total nilai ekspor sekitar USD730 miliar pada tahun 2021 (berdasarkan nomenklatur 2 digit UN Comtrade), lima komoditas teratas adalah biji-bijian (USD151 miliar), daging (USD153 miliar), minuman (USD139 miliar), buah-buahan dan kacang-kacangan (USD139 miliar) dan lemak dan minyak (USD145 miliar).

Semua itu menyumbang sekitar 40% dari nilai ekspor pertanian global. Raihan tersebut tidak termasuk kacang kedelai, yang juga memiliki nilai perdagangan signifikan sekitar USD80 miliar.

Secara khusus, BRICS merupakan pemain kunci di pasar biji-bijian, yang menguasai sekitar seperlima (19%) dari ekspor global pada tahun 2021. Posisi ini sebanding dengan AS (20%) dan UE (21%). Jika anggota BRICS yang baru juga diperhitungkan, pangsanya akan menjadi 28% dan akan setara dengan G7 (34%).

BRICS juga memegang pangsa yang cukup besar dalam hal nilai ekspor di pasar daging, buah-buahan dan kacang-kacangan, serta lemak dan minyak masing-masing sebesar 16%, 12% dan 9%; dengan pengecualian lemak dan minyak. Angka ini kira-kira setara dengan AS (14%, 11% dan 3%) tetapi jauh lebih rendah dari UE (35%, 26% dan 23%).

Jika pangsa ekspor anggota BRICS baru ditambahkan, nilai ekspor relatif untuk buah-buahan dan kacang-kacangan, serta lemak dan minyak (15% dan 15%) akan sangat mirip dengan G7 (18% dan 14%). Namun untuk daging, G7 (31%) berada sekitar sepuluh poin lebih tinggi secara persentase daripada BRICS+ (19%).

Hal ini sebagian besar disebabkan oleh pangsa pasar ekspor yang tinggi dari anggota G7 di UE (Jerman, Prancis, dan Italia).

Bentuk Kartel Gandum



Rusia sebelumnya mendesak BRICS untuk membentuk bursa gandum antar-blok. Tujuan resmi aliansi ini adalah untuk memfasilitasi perdagangan antarnegara anggota, tetapi analis memperingatkan bahwa struktur baru ini akan bertujuan untuk menjadi analog dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk pasar gandum global, dengan tujuan memengaruhi harga.

Baca Juga: BRICS Kian Digdaya, Kuasai Cadangan Minyak dan Mineral Global

“Mengatur harga hanya dengan menciptakan bursa tidak akan berhasil karena ini memerlukan penyatuan eksportir ke dalam organisasi yang mirip dengan OPEC+ sehingga kita dapat bersama-sama membatasi pasokan di pasar,” kata Vladimir Chernov, analis di Freedom Finance Global.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!