'Perang' China vs Uni Eropa Makin Panas, Ini Balasan Baru Beijing ke Brussels

Selasa, 05 November 2024 - 08:37 WIB
Brussels berargumen bahwa tarif-tarif tersebut diperlukan untuk melindungi para produsen mobil Eropa dari persaingan tidak sehat, karena mereka mengklaim bahwa para produsen China mendapatkan keuntungan dari subsidi negara. Namun, beberapa anggota blok tersebut, termasuk Jerman dan Hungaria, menentang keras pemberlakuan tarif.

Uni Eropa adalah pasar luar negeri terbesar bagi produsen mobil listrik China. Nilai impor mobil listrik China dari Uni Eropa melonjak menjadi USD11,5 miliar pada tahun 2023, dari hanya USD1,6 miliar pada tahun 2020, menyumbang 37% dari semua impor mobil listrik ke blok tersebut, menurut penelitian terbaru.

Baca Juga: Profil 6 Menteri Perdagangan di Era Jokowi, Terakhir Ketua Umum Parpol

Beijing telah berulang kali memperingatkan bahwa Uni Eropa dapat memicu "perang dagang" jika terus meningkatkan ketegangan. Pemerintah China menuduh blok tersebut melakukan praktik tidak adil selama penyelidikan anti-subsidi, dan merespons dengan memberlakukan tarif sementara untuk brendi yang berasal dari UE, serta meluncurkan penyelidikan anti-dumping terkait produk daging babi dan susu dari blok tersebut.

Keputusan Uni Eropa ini menyusul langkah AS untuk menaikkan tarifnya terhadap mobil listrik China dari 25% menjadi 100% pada bulan Mei.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!