Trump Ancam China dengan Tarif, Ini 3 Perusahaan yang Terpengaruh
Rabu, 13 November 2024 - 21:25 WIB
Juru bicara transisi Trump-Vance, Karoline Leavitt mengatakan, pada masa jabatan pertamanya, Presiden Trump memberlakukan tarif terhadap China yang menciptakan lapangan kerja, memacu investasi, dan tidak menghasilkan inflasi. Ia menambahkan bahwa Trump akan bekerja dengan cepat untuk menurunkan pajak dan menciptakan lebih banyak pekerjaan di Amerika.
Baca Juga: Militer Prancis Siaga Tinggi, 20.000 Tentara Siap Tempur
Berikut 3 perusahaan yang terpengaruh soal rencana Trump menaikkan tarif impor dari China;
1. AutoZone
Philip Daniele, CEO perusahaan suku cadang mobil AutoZone, mengatakan kepada para analis dalam panggilan telepon pada bulan September bahwa kebijakan tarif telah naik turun selama bertahun-tahun dan jika Trump menerapkan lebih banyak tarif, “kami akan membebankan biaya tarif tersebut kembali ke konsumen.
"Kami biasanya menaikkan harga lebih dulu," kata Daniele, seraya menambahkan bahwa harga akan berangsur-angsur turun seiring berjalannya waktu. "Jadi, secara historis itulah yang kami lakukan," katanya.
2. Columbia Sportswear
Tim Boyle, CEO Columbia Sportswear, mengatakan kepada para analis dalam panggilan telepon pada bulan Oktober bahwa perusahaan tersebut sangat prihatin dengan pengenaan tarif. Dia mengatakan bahwa meskipun dia menganggap Columbia mahir dalam mengelola tarif, perang dagang tidak baik dan tidak mudah untuk dimenangkan.
Baca Juga: Militer Prancis Siaga Tinggi, 20.000 Tentara Siap Tempur
Berikut 3 perusahaan yang terpengaruh soal rencana Trump menaikkan tarif impor dari China;
1. AutoZone
Philip Daniele, CEO perusahaan suku cadang mobil AutoZone, mengatakan kepada para analis dalam panggilan telepon pada bulan September bahwa kebijakan tarif telah naik turun selama bertahun-tahun dan jika Trump menerapkan lebih banyak tarif, “kami akan membebankan biaya tarif tersebut kembali ke konsumen.
"Kami biasanya menaikkan harga lebih dulu," kata Daniele, seraya menambahkan bahwa harga akan berangsur-angsur turun seiring berjalannya waktu. "Jadi, secara historis itulah yang kami lakukan," katanya.
2. Columbia Sportswear
Tim Boyle, CEO Columbia Sportswear, mengatakan kepada para analis dalam panggilan telepon pada bulan Oktober bahwa perusahaan tersebut sangat prihatin dengan pengenaan tarif. Dia mengatakan bahwa meskipun dia menganggap Columbia mahir dalam mengelola tarif, perang dagang tidak baik dan tidak mudah untuk dimenangkan.
Lihat Juga :