Atas Perintah Putin, Rusia Batasi Ekspor Uranium ke AS
Sabtu, 16 November 2024 - 08:00 WIB
Rusia membatasi ekspor uranium yang diperkaya yang menjadi bahan bakar reaktor nuklir komersial ke AS. FOTO/Ilustrasi
JAKARTA - Pemerintah Rusia mengumumkan pembatasan sementara ekspor uranium yang diperkaya ke Amerika serikat (AS). Langkah ini diambil sebagai respons atas larangan Washington atas pembelian bahan bakar nuklir dari Rusia.
Mengutip Russia Today, menurut dokumen yang dipublikasikan secara daring oleh pemerintah Rusia pada hari Jumat (15/11), langkah tersebut juga menyangkut ekspor berdasarkan perjanjian perdagangan luar negeri dengan orang-orang yang terdaftar di yurisdiksi AS. Pengecualian dibuat untuk pasokan berdasarkan lisensi satu kali yang dikeluarkan oleh Layanan Federal untuk Kontrol Teknis dan Ekspor.
Baca Juga: Miliarder Rusia Bicara Soal Nasib Sanksi Barat Saat Trump Jadi Presiden AS Lagi
Dokumen tersebut menyatakan, keputusan tersebut dibuat atas instruksi dari presiden Rusia. Pada bulan September, Vladimir Putin mengusulkan pembatasan ekspor bahan baku tertentu yang penting secara strategis, termasuk uranium, ke pasar global sebagai respons atas upaya Barat untuk memblokir akses Rusia ke barang-barang buatan luar negeri tertentu.
Mengutip Russia Today, menurut dokumen yang dipublikasikan secara daring oleh pemerintah Rusia pada hari Jumat (15/11), langkah tersebut juga menyangkut ekspor berdasarkan perjanjian perdagangan luar negeri dengan orang-orang yang terdaftar di yurisdiksi AS. Pengecualian dibuat untuk pasokan berdasarkan lisensi satu kali yang dikeluarkan oleh Layanan Federal untuk Kontrol Teknis dan Ekspor.
Baca Juga: Miliarder Rusia Bicara Soal Nasib Sanksi Barat Saat Trump Jadi Presiden AS Lagi
Dokumen tersebut menyatakan, keputusan tersebut dibuat atas instruksi dari presiden Rusia. Pada bulan September, Vladimir Putin mengusulkan pembatasan ekspor bahan baku tertentu yang penting secara strategis, termasuk uranium, ke pasar global sebagai respons atas upaya Barat untuk memblokir akses Rusia ke barang-barang buatan luar negeri tertentu.
Lihat Juga :