Atas Perintah Putin, Rusia Batasi Ekspor Uranium ke AS

Sabtu, 16 November 2024 - 08:00 WIB
Putin kemudian mengatakan dalam sebuah rapat pemerintah bahwa meskipun ada pembatasan dari Barat, Rusia terus memasok beberapa jenis barang ke pasar dunia "dalam jumlah besar" dan dalam beberapa kasus pembeli dengan senang hati menimbun produk-produk Rusia.

Pada bulan Mei, Presiden AS Joe Biden menandatangani undang-undang yang melarang impor uranium yang diperkaya dari Rusia, meskipun ada peringatan bahwa tindakan tersebut dapat menjadi bumerang bagi ekonomi Amerika. Larangan tersebut juga diikuti dengan penyediaan dana sekitar USD2,7 miliar melalui pendanaan federal untuk membangun kapasitas pengayaan baru di Amerika untuk meningkatkan industri nuklir sipilnya.

Undang-undang tersebut mengizinkan pengiriman untuk terus berlanjut di bawah sistem keringanan. Departemen Energi AS telah diizinkan untuk mengeluarkan keringanan hingga tahun 2028 dalam kasus-kasus di mana tidak ada alternatif untuk uranium Rusia yang diperkaya rendah atau jika pengiriman tersebut untuk kepentingan nasional.

Baca Juga: Ukraina Menyangkal Berupaya Membuat Bom Nuklir untuk Melawan Rusia

Rusia menyediakan hampir seperempat dari uranium yang diperkaya yang menjadi bahan bakar reaktor nuklir komersial AS pada tahun 2022. Hal itu menjadikan Rusia pemasok asing utama bahan bakar tersebut bagi Amerika pada tahun itu, menurut Badan Informasi Energi AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!