Upaya Dedolarisasi BRICS Diramal Bisa Berakhir Mulai Tahun Depan

Minggu, 24 November 2024 - 10:00 WIB
Baca Juga: Baba Vanga dan Nostradamus Buat Ramalan Menakutkan untuk 2025: Eropa Hancur dan Kiamat

Trump telah berterus terang tentang pendiriannya mengenai dedolarisasi. Presiden ke-45 tersebut juga vokal untuk mengakhiri perang Ukraina. Kedua hal itu dapat mengubah pandangan negara-negara yang sebelumnya menaruh kepercayaan mereka pada dedolarisasi BRICS. Tak hanya itu, bukan hal yang mustahil pila untuk melihat peningkatan kerja sama Rusia dan AS.

Di bagian lain, analis dari bank investasi terkemuka Morgan Stanley memperkirakan bahwa dolar AS akan tetap menjadi mata uang dominan untuk jangka waktu yang lebih lama meskipun ada tantangan dari BRICS. Analis bank tersebut menyoroti bahwa dalam hal ketidakstabilan keuangan, investor akan berbondong-bondong kembali ke dolar AS dan bukan yuan China.

Secara historis, dolar AS telah mempertahankan stabilitas selama krisis pasar sementara mata uang lokal lainnya anjlok. Dolar AS dapat menahan cambukan pasar mata uang karena didukung oleh perdagangan global, kata Morgan Stanley tentang inisiatif de-dolarisasi BRICS.

"Mata uang mana yang ingin Anda miliki ketika pasar saham global mulai jatuh? Dan ekonomi global cenderung menuju resesi?" kata James Lord, Kepala Strategi Valuta Asing Morgan Stanley. "Anda ingin memposisikan diri dalam dolar AS karena secara historis itulah reaksi nilai tukar terhadap peristiwa semacam itu." Sebagai kesimpulan, Morgan Stanley memprediksi bahwa dolar AS akan bertahan melawan serangan aliansi BRICS.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!